BI Sebut Peredaran Uang Palsu di Wilayah Papua Menurun

Jayapura – Bank Indonesia (BI) Papua menyebut peredaran uang palsu atau upal di wilayah Papua mengalami penurunan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, Faturachman mengatakan, menurunnya angka peredaran uang palsu sejalan dengan gencarnya Bank Indonesia melakukan edukasi dan sosialisasi.

“Angka peredaran upal di wilayah Papua jauh lebih rendah dibandingkan nasional,” kata Faturachman di Jayapura, Kamis (22/2/2024).

Bank Indonesia gencar melakukan edukasi dan sosialisasi tentang cinta bangga paham rupiah atau CBP. Sehingga masyarakat semakin paham membedakan uang asli dan palsu.

Sebelumnya, Bank Indonesia Papua merilis temuan uang palsu sebanyak 105 lembar terdiri dari 41 lembar pecahan 100 ribu dan 62 lembar pecahan 50 ribu, sisanya pecahan kecil pada 2023 lalu.

Lembaran uang palsu tersebut, ditemukan dari perbankan yang melakukan konfirmasi, laporan masyarakat serta pihak Bank Indonesia sendiri dan aparat keamanan.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Bank Indonesia terus melakukan koordinasi dengan pihak berwajib.

Sementara itu, pada Januari 2024, Polres Merauke telah menemukan 19 lembar uang palsu pecahan 100 ribu yang diedarkan oleh seorang mahasiswa.

Related posts

Tolak Narasi Pelanggaran HAM, Herman Yoku Imbau Jaga Stabilitas

Fani

OPM Bakar Honai, Kapendam Cenderawasih : OPM Tidak Memikirkan Masa Depan Anak-Anak Dan Adu domba Masyarakat

Fani

Senyum dan Tegur Sapa Satgas Yonif 200/BN Saat Berkunjung Ke Kampung Bolakme

Fani

Manajemen Nunggak Gaji pemain Persipura

Bams

Tolak Politik Identitas, Tokoh Adat Keerom dan HKJM: Semestinya Hal Itu Tidak Boleh Terjadi di Pilkada Papua

Jems

Satgas Damai Cartenz Evakuasi Korban Penganiayaan di Yahukimo

Fani

Leave a Comment