Desakan Kuat Keluarga Yemis Yohame dan Tokoh Daerah: Kasus Penembakan Harus Diusut Tuntas
YAHUKIMO – Keluarga korban penembakan almarhum Yemis (Yomes) Yohame, bersama sembilan kepala distrik, para kepala suku, dan dua anggota DPRK Kabupaten Yahukimo, secara resmi melaporkan kasus pembunuhan tersebut ke Polres Yahukimo, Rabu (22/4/2026).
Laporan ini bukan sekadar formalitas. Mereka datang dengan tuntutan tegas: pengusutan menyeluruh, transparan, dan tanpa kompromi terhadap pelaku penembakan yang hingga kini masih misterius.
Peristiwa tragis itu terjadi sehari sebelumnya, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIT, di kawasan Eselon II, tepat di depan sebuah rumah kost. Korban yang saat itu berada di lokasi permainan WiFi tiba-tiba ditembak oleh orang tak dikenal.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya menyelamatkan korban dengan membawanya ke RSUD Dekai menggunakan ambulans. Namun nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.00 WIT, hanya satu jam setelah kejadian.
Kehadiran keluarga besar korban bersama unsur pimpinan distrik, tokoh adat, dan legislatif ke Polres Yahukimo mencerminkan besarnya perhatian publik terhadap kasus ini. Mereka secara langsung meminta aparat segera melakukan olah TKP dan mempercepat pengejaran pelaku.
Ketua RK ANPROPAKOS Cabang Yahukimo, Frans Mulikma, menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi penanganan yang setengah hati.
“Kami ingin kasus ini dibuka terang. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Aparat harus bekerja profesional dan jujur, siapa pun pelakunya harus diungkap,” tegasnya.
Nada serupa disampaikan anggota DPRK Yahukimo, Yafet Saram. Ia meminta masyarakat yang memiliki informasi agar tidak takut untuk melapor demi membantu pengungkapan kasus.
“Kami butuh peran masyarakat. Siapa yang melihat atau mengetahui kejadian ini, segera laporkan,” ujarnya.
Selain mendesak kepolisian, keluarga korban dan DPRK juga meminta Pemerintah Kabupaten Yahukimo turut memberi perhatian serius agar proses hukum berjalan cepat dan tidak berlarut-larut.
Keluarga besar bersama para tokoh secara terbuka menekan Polres Yahukimo hingga Kapolda Papua Pegunungan agar menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan kasus ini.
Mereka menilai, pengungkapan pelaku secara cepat dan transparan menjadi kunci untuk meredam keresahan masyarakat sekaligus mencegah terulangnya kekerasan serupa.
Diketahui, korban merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai sekretaris pribadi (sekpri) Wakil Bupati Yahukimo.
Kematian korban tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam menjawab tuntutan keadilan publik.
Keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pengecualian.
