Aparat Terus Cari Korban Selamat di Hutan Pegunungan Bintang

Pegunungan Bintang – Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani mengatakan seluruh personel akan memaksimalkan proses evakuasi serta penyelidikan guna memastikan situasi tetap terkendali dan korban dapat segera ditemukan.

“Fokus utama kami saat ini menyelamatkan korban yang bersembunyi, mengevakuasi para korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” ujar Faizal, Jumat, 22 Mei 2026.

Dia menambahkan bahwa kondisi medan yang berat menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan di lapangan, sehingga seluruh personel diminta tetap mengedepankan aspek keselamatan dalam pelaksanaan tugas.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pendulangan maupun penambangan ilegal di wilayah rawan konflik tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena sangat berisiko terhadap keselamatan,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan wilayah hutan lindung yang tidak memiliki aktivitas resmi dan selama ini kerap menjadi lokasi aksi gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata.

Senada dengan itu, Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari aparat.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung proses penanganan yang sedang dilakukan petugas di lapangan,” ujar Yusuf Sutejo.

Dia menegaskan bahwa aparat keamanan terus berupaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan proses evakuasi dan penyelamatan berjalan maksimal.

Menurutnya, kejadian serupa telah berulang kali terjadi dan memiliki risiko ancaman keselamatan yang sangat tinggi.

Selain berada di kawasan hutan lindung dan tidak terdapat aktivitas resmi, wilayah tersebut juga kerap menjadi lokasi aksi teror, penganiayaan, ancaman kekerasan, hingga pembunuhan oleh kelompok kriminal bersenjata sebagai upaya menunjukkan eksistensi keberadaan mereka di tingkat nasional maupun internasional.

Related posts

Pengurus APKASINDO Papua Selatan Dikukuhkan

Bams

Lewat Rakerkesda Sinergitas Diperkuat Dan Derajat Kesehatan Ditingkatkan

Bams

Siswa Papua Bangga Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-80 RI di Jakarta

Bams

Akhirnya, Kejati Tetapkan Tersangka Dugaan Penyimpangan Dana PON Papua

Bams

Warga Cinta Damai Jalan Baru Dukung JOEL dan Sampaikan Keluh Kesah

Fani

Polisi Selidiki Peristiwa Kebakaran di Ruang Manajemen RS Rameela Jayapura

Fani

Leave a Comment