Bank Indonesia Optimis Inflasi Papua di Akhir Tahun Sesuai Kisaran Nasional

Jayapura – Bank Indonesia optimis dengan adanya Pilkada yang berdekatan dengan hari besar keagamaan, inflasi di Papua akan berada di rentang 2,5 persen plus minus 1 pada akhir tahun.

“Sesuai kisaran nasional,” kata Faturachman dalam kegiatan Bincang Bincang Media di Jayapura, Selasa (22/10/2024).

Dia bilang dengan adanya Pilkada, akan mendorong peningkatan konsumsi masyarakat yang akan berdampak terjadinya inflasi. Menurutnya, penanganan inflasi butuh sinergi banyak pihak, Bank Indonesia pun telah melakukan hal itu.

Pada kesempatan tersebut, Faturachman mengatakan, pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional, termasuk di Papua.

Faturachman mengatakan bahwa momen pesta demokrasi memberi dampak positif terhadap perekonomian seiring meningkatnya daya beli masyarakat.

“Pada pelaksanaan Pilkada akan terjadi permintaan di beberapa sektor, seperti, jasa, perdagangan, transportasi dan sektor lainnya,” ucapnya sembari berharap pelaksanaan Pilkada berjalan aman dan lancar lantaran kondisi ini akan mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Berkaitan dengan deflasi yang terjadi selama lima bulan berturut-turut di tingkat nasional, bank Indonesia menilai hal itu tidak menunjukan perekonomian sedang buruk.

“Deflasi terjadi karena pasokan kebutuhan masyarakat memang sedang banyak dan harga pun stabil. Bahkan perekonomian kita tumbuh 4,27 persen pada kuartal ketiga tahun ini, dan akan tumbuh lebih tinggi pada kuartal keempat, terlebih ada Pilkada,” jelasnya.

Related posts

Berbicara di NBC 2024, John Rettob Harap Mimika Bisa Jadi Pusat Industri

Fani

Gubernur Papua Lepas Kontingen PON XXI

Bams

Pengukuhan Kepala BKN Jayapura, Ini Pesan Gubernur Fakhiri

Bams

Aksi Premanisme KKB Minta Jatah Uang, Tembak 1 Polisi Dan 1 Warga

Fani

Polisi Musnahkan Ganja Siap Edar Seberat 1.100 Gram

Fani

Hadiri KKR Pemilukada Damai 2024, Ketua FKUB Apresiasi Kapolda Papua

Jems

Leave a Comment