Yayasan KISP Minta Maaf atas Insiden Dugaan Keracunan MBG, Pastikan Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan

SENTANI – Yayasan Kasih Iman Samuel Papua (KISP) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan keluarga yang terdampak insiden dugaan keracunan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Yayasan juga memastikan akan bertanggung jawab penuh terhadap biaya pengobatan seluruh korban hingga dinyatakan pulih.

 

 

Permohonan maaf dan komitmen tersebut disampaikan Kuasa Hukum Yayasan KISP, Yansen Marudut, saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (5/8/2026).

 

 

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga korban atas insiden yang terjadi. Yayasan juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan para korban,” ujar Yansen.

 

 

Meski demikian, Yansen menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan terhadap sampel makanan yang telah diamankan.

 

 

“Untuk mengetahui apakah makanan yang kami sajikan menjadi penyebab keracunan atau tidak, kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Kami belum bisa memberikan kesimpulan sebelum hasil tersebut keluar,” katanya.

 

 

Ia mengatakan Yayasan KISP menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian dan siap menerima hasil investigasi, termasuk apabila nantinya ditemukan adanya kelalaian dalam proses penyediaan makanan.

 

 

Menurut Yansen, pada hari kejadian dapur SPPG Depapre mendistribusikan sekitar 2.200 porsi makanan kepada sekolah, posyandu, dan kelompok penerima manfaat lainnya di Distrik Depapre.

 

Hingga kini jumlah warga yang mengalami gejala masih terus didata karena masih ada korban yang datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.

 

 

Selain bertanggung jawab terhadap pembiayaan pengobatan, Yayasan KISP juga menyatakan siap bersikap transparan dengan membuka seluruh alur penyediaan makanan, mulai dari pengadaan bahan baku, proses memasak, pemorsian hingga distribusi, guna mendukung proses investigasi.

 

 

Sementara itu, operasional Dapur SPPG Depapre untuk sementara dihentikan agar proses penyelidikan dapat berjalan maksimal. Yayasan menyatakan akan menunggu hasil investigasi kepolisian dan pemeriksaan laboratorium sebelum mengambil langkah lanjutan terkait operasional dapur tersebut.

Related posts

Kisruh Pemilihan KNPI Distrik Depapre, Cristoporus Suebu : Saatnya Pemuda Bersatu Dukung Pembangunan

Fani

Pemkab Jayapura Dapat Bantuan 30 Unit Perangkat Starlink Dari Pemprov Papua

Bams

Yanto Eluay: Jangan Hapus Manfaat MBG Hanya Karena Ada Kasus, Pengelolaan Harus Diperbaiki

Jems

Wakil Bupati Jayapura Buka Peluang Kerja Sama dengan Bank BTN

Bams

Paripurna Jawaban Bupati Atas Laporan Banggar DPRK Jayapura Terkait Raperda APBDP 2025

Jems

Ondofolo Sentani Ajak Warga Tak Terprovokasi Isu Roma Agreement, Jaga Sentani Tetap Damai

Jems

Leave a Comment