Yanto Eluay: Jangan Hapus Manfaat MBG Hanya Karena Ada Kasus, Pengelolaan Harus Diperbaiki

SENTANI – Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay, meminta pemerintah tidak menghentikan semangat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya karena munculnya dugaan keracunan di Kabupaten Jayapura.

 

Menurut Yanto, persoalan yang terjadi harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengelolaan MBG, bukan menjadi alasan untuk menghilangkan program yang dinilai memberikan manfaat bagi anak-anak sekolah.

 

“Yang salah bukan programnya, tetapi pengelolanya. Kalau dalam pelaksanaan ada kekurangan, tentu harus dievaluasi dan diperbaiki. Jangan sampai programnya yang disalahkan,” ujar Yanto saat ditemui dalam kegiatan bakti sosial menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan Jembatan Kuning, Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (12/8/2026).

 

Yanto menegaskan, program MBG pada dasarnya memiliki tujuan membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan makanan bagi anak-anak sekolah.

 

“Tidak ada program pemerintah yang tujuannya untuk menyusahkan rakyat. Tujuannya untuk membantu rakyat. Ini perlu saya tegaskan,” katanya.

 

Ia mengajak masyarakat melihat MBG dari sisi yang lebih luas. Menurutnya, selain membantu pemenuhan kebutuhan makanan, program tersebut juga dapat memberikan motivasi bagi anak-anak untuk lebih rajin datang ke sekolah.

 

“Anak-anak kita perlu didorong supaya mereka termotivasi untuk sekolah. Jangan kita hanya melihat persoalan yang terjadi, tetapi kita juga harus melihat sisi positif lainnya,” ujarnya.

 

Yanto menilai, bagi sebagian anak, makanan yang diperoleh di sekolah menjadi salah satu faktor yang mendorong mereka untuk bangun pagi dan mengikuti kegiatan belajar.

 

“Walaupun tidak makan di rumah, mereka datang makan di sekolah. Itu menjadi faktor yang memotivasi mereka untuk pagi bangun, mau mandi, kemudian datang ke sekolah,” katanya.

 

Namun demikian, Yanto menekankan keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Dugaan keracunan yang terjadi, kata dia, tetap harus diselidiki secara menyeluruh agar penyebabnya diketahui dan tidak kembali terjadi.

 

Ia meminta pengelola MBG memperketat seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan dapur, pengemasan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

 

“Kalau ada yang salah dalam pengelolaannya, itu yang harus diperbaiki. Programnya tetap baik karena tujuannya membantu masyarakat dan anak-anak kita,” tegasnya.

 

Yanto berharap persoalan tersebut tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat. Ia juga mengajak semua pihak menunggu hasil pemeriksaan dan tidak mudah mengambil kesimpulan sebelum ada penjelasan resmi.

 

“Yang penting kita sama-sama menjaga. Jangan terpancing isu. Kita lihat sisi positifnya, tetapi kekurangan dalam pengelolaan juga harus diperbaiki,” pungkas Yanto Eluay.

Related posts

Disdukcapil Catat Jumlah Penduduk Kabupaten Jayapura Capai 203.772 Jiwa per Desember 2024

Bams

Hadiri Halal Bi Halal Jamaah Masjid Jami’ Ar Ridho Ini Kata Bupati Yunus Wonda

Bams

Antisipasi Kegiatan KNPB, Polres Jayapura Lakukan Razia, Amankan 20 Kendaraan Roda Dua

Jems

Propam Polres Jayapura Laksanakan Gaktiblin Personel

Fani

Bersama Wakil Bupati Jayapura, Kakanwil Kemenag Papua Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kelenteng

Fani

Pemkab Jayapura Raih Peringkat I Kategori Kabupaten/ Kota Terbaik Kontribusi Konten Audio Visual

Jems

Leave a Comment