Pasific Pos.com
Headline Sosial & Politik

Warga Kampung Holtekamp Keluhkan Air Bersih, Mathea Mamoyao: Pemerintah Jangan Urus PON Saja

Anggota Komisi IV DPR Papua, Mathea Mamoyao, SSos saat menyerahkan bantuan Bama kepada salah satu warga Kampung Holtekamp, Distrik Muaratami, Kota Jayapura. (Foto : Tiara)

Jayapura – Anggota DPR Papua, Mathea Mamoyao, SSos menemukan banyak masalah saat melakukan hearing dialog dengan masyarakat di Kampung Holtekham, Distrik Muaratami, Kota Jayapura pada Minggu (26/9).

Padahal, kata Mathea sapaan akrab Politisi PDI Perjuangan ini, masyarakat yang ada di Kampung Holtekamp ini, letaknya tak jauh dari Kota Jayapura, namun masih butuh perhatian serius dari pemerintah, terutama kebutuhan akan air bersih.

Apalagi ungkap Mathea Mamoyao, mereka ini adalah korban dari PT Hanurata di bawah PLTA Holthekam.

“Jadi disana itu tidak ada air bersih, malah masyarakat disana hanya berharap dari air hujan. Saya harap, pemerintah selain fokus melaksanakan PON XX Papua ini, tapi juga harus memperhatikan kondisi masyarakatnya, jangan masyarakat diabaikan,” kata Mathea Mamoyau kepada Wartawan usai mengikutu rapat Bamus DPR Papua, Senin 27 September 2021.

Untuk itu, Anggota Komisi IV DPR Papua ini meminta, masyarakat yang ada di Kampung Holtekamp ini jangan disepelehkan karena pemerintah sibuk urus PON.

Menurut Mathea, masyarakat Kampung Holtekamp ini termasuk Orang Asli Papua(OAP) juga, tidak dapat apa-apa, padahal banyak dana di Papua termasuk dana Otsus.

“Saya harap pemerintah jeli melihat itu karena uang yang ada ini untuk masyarakat. Masalah air bersih ini juga kami temukan di beberapa titik. Di Kampunh Alang-Aang Raya, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom juga mengalami hal yang sama,,”ungkapnya.

Selain masalah air bersih lanjut Mathea, masyarakat Kampungi Holtekam ini juga mengeluhkan masalah kesehatan, karena tak ada Pustu atau Puskesmas, Sehingga ini perlu menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Mathea Mamoyao pun membeberkan, jika di Kampung Holtekamp itu tak ada petugas kesehatan ataupun fasilitas kesehatan. Yang pernah kesana hanya anak-anak yang lakukan PKL dari Uncen, dan situasi ini berlangsung sudah bertahun-tahun.

“Kampung Holtekamp ini pas berada di belakang PLTA. Bahkan disana juga tak ada jaringan, mereka juga meminta lampu dan Bus sekolah,” ujar Mathea.

Kata Mathea, meski masyarakat disana punya tanki tanki air tapi untuk mendapatkan air harus membayar hak ulayat dulu kepada orang yang punya hak ulayat di sana.

“Inikan kebutuhan dasar masyarakat dan mereka usulkan ada internet karena kini sekolah online. Apalagi mereka sebagian besar hanya nelayan,” ucapnya.

Sekedar diketahui, dalam kunjungan Mathea Mamoyao beserta rombongan di Kampung Holtekamp ini, disambut hangat oleh masyarakat setempat dengan tarian adat. Mathea Mamoyao pun memberikan bantuan bahan makanan (bama) kepada warga yang bermukim di Kampung Holtekamp, Distrik Muaratami, Kota Jayapura. (Tiara).