Tokoh Adat Tanah Tabi Kompak Imbau Pelajar Tak Lakukan Demo, Ajak Dukung MBG

SENTANI – Sejumlah tokoh adat di Kabupaten Jayapura, Tanah Tabi, mengimbau para pelajar untuk tidak terprovokasi oleh isu maupun ajakan melakukan aksi demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketenteraman masyarakat.

 

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya informasi mengenai rencana aksi demo para pelajar pada 15 September yang disebut berkaitan dengan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Ondofolo Kampung Puay, Yacob Fiobetauw, mengajak seluruh pelajar mulai dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK untuk tetap fokus menempuh pendidikan dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan pihak-pihak tertentu.

 

“Saya mengajak dan mengimbau kepada seluruh siswa yang ada di seluruh jenjang pendidikan, baik SD, SMP, SMA Mari kita jaga ketenteraman, kedamaian di Tanah Tabi, di Kabupaten Jayapura, khususnya di Sentani,” ujar Yacob dalam Konferensi pers di Sentani, Senin (7/9/2026).

 

Ia mengingatkan para pelajar agar tidak terlibat dalam gerakan yang berpotensi memicu kerusuhan dan merusak kedamaian di Tanah Tabi.

 

Menurutnya, generasi muda seharusnya memanfaatkan waktu untuk belajar dan mengejar cita-cita.

 

“Anak-anakku yang saya kasih, agar kita semua tekun dalam mengikuti pendidikan. Kejarlah ilmu sampai dapat sesuai dengan cita-cita yang kita inginkan. Jauhi aksi demo agar keamanan dan kedamaian terwujud di Tanah Tabi,” katanya.

 

Senada, Ondofolo Kampung Atamali yang juga Wakil Ketua Dewan Adat Suku Sentani, Septinus ibo, meminta para pelajar tidak melakukan dan mengikuti ajakan aksi penolakan terhadap program MBG.

 

Septinus menilai MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat yang memiliki tujuan positif bagi masyarakat, khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan anak-anak.

 

“Secara pribadi dan secara lembaga kami melihat bahwa rencana penolakan ini tidak wajar. Karena program ini instruksi ataupun aturan dari pemerintah pusat, bukan dari kabupaten,” ujarnya.

 

Ia meminta masyarakat dan pelajar melihat persoalan MBG secara utuh. Menurutnya, persoalan yang pernah terjadi dalam pelaksanaan MBG merupakan kesalahan teknis yang seharusnya ditangani oleh pihak yang mendapat tanggung jawab.

 

“Hal-hal yang pernah terjadi, yang kamu pernah dengar ataupun lihat, itu ada kesalahan-kesalahan teknis yang sudah ditindaklanjuti oleh pihak yang bertanggung jawab. Jadi kita tidak perlu terpengaruh oleh pihak atau kelompok yang memberikan isu-isu negatif untuk menentang MBG,” katanya.

 

Septinus juga mengajak masyarakat mendukung keberlanjutan program tersebut dan tidak membawa persoalan MBG ke ranah politik.

 

“Tingkatkan MBG dan berikan respons yang positif agar MBG ini tetap berjalan. Kami Dewan Adat Suku Sentani mendukung MBG selanjutnya dan seterusnya tetap berjalan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ondofolo Kampung Homfolo, Anderson Tokoro menilai keberadaan MBG sangat membantu orang tua, khususnya di Papua, mengingat kondisi ekonomi sebagian masyarakat yang masih terbatas.

 

“Menurut saya MBG itu sudah sangat-sangat menolong bagi orang tua, terlebih lagi meningkatkan aktif belajar dari seorang anak itu. Dulunya tidak ada uang jajan, apalagi Papua. Papua ini kan ekonomi para orang tua itu kan lemah,” ujarnya.

 

Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan persoalan yang terjadi di Depapre sebagai alasan untuk menghentikan program MBG.

 

Menurutnya, yang perlu dievaluasi adalah pihak yang diberikan tanggung jawab dalam pelaksanaan program.

 

Ia juga meminta agar para pelajar tidak dijadikan sebagai alat untuk kepentingan pihak tertentu.

 

“Oleh sebab itu saya minta dengan segala hormat, jangan mengatasnamakan pelajar. Saya juga meminta kepada para pelajar untuk tidak melakukan demo serta terprovokasi dengan isu-isu yang diciptakan oleh kepentingan segelintir orang,” ucapnya.

 

Dalam pernyataannya, Anderson menyebut adanya pihak yang diduga menunggangi isu penolakan MBG dan menyebut ada organisasi yang berlawan dengan negara berada di balik suara-suara penolakan tersebut.

 

Ia menegaskan tidak boleh ada upaya memprovokasi masyarakat sehingga berujung pada tindakan anarkis.

 

“Tidak boleh ada upaya-upaya untuk memprovokasi agar terjadi tindakan-tindakan anarkis di Tanah Sentani,” tegasnya.

 

Anderson juga meminta aparat keamanan menjaga situasi di Sentani sebagai wilayah yang disebutnya sebagai rumah bersama.

 

“Kami mengimbau kepada pihak keamanan supaya segera mengambil alih untuk menjaga keamanan di rumah bersama yang sudah kita bangun di wilayah Sentani,” katanya.

 

Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga kebersamaan serta menciptakan situasi yang aman, tenteram dan damai.

 

“Situasi yang aman, tenteram, dan damai mari kita ciptakan bersama-sama,” pungkasnya.

Related posts

Penutupan Rapat Paripurna V Masa Sidang I Tentang Raperda Non APBD Tahun 2025

Jems

Rayakan Hari Anak Nasional Ke-41, Begini Pesan Bupati Jayapura

Jems

Diskominfo Kabupaten Jayapura Gelar Rapat Internal untuk Tingkatkan Kinerja Staf Bidang IKP

Bams

Diskominfo Kabupaten Jayapura Bersinergi dengan LSM PKBI Perkuat Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

Bams

Media Massa Apresiasi Pemkab Jayapura Atas Komitmen dan Realisasi Pembayaran Kerjasama Media

Jems

Lokakarya Kabupaten Layak Anak, Bupati Jayapura Tekankan Pendidikan Berkarakter

Bams

Leave a Comment