Sinergitas HIPPAM Dan Pemerintah, Peduli Nasib Pedagang Di Tengah Gempuran Daya Beli Yang Menurun
MERAUKE-Ketua Perhimpunan Pedagang Pasar Merauke (HIPPAM), H. Ali Syahbana, S.E., M.Si mengemukakan bahwa sinergitas antara HIPPAM dengan pemerintah setempat terus dijaga khususnya terkait pengelolaan pasar, baik pasar tradisional maupun semi moderen yang ada di Kabupaten Merauke.
Pada prinsipnya HIPPAM fokus memperjuangkan nasib para pedagang sehingga jika ada hal-hal penting yang perlu disampaikan maka HIPPAM akan bertindak sebagai penyambung lidah.
“Tentunya kita memberi perhatian penting kepada pedagang agar mereka merasa nyaman saat berjualan. Seluruh masukan dan saran yang disampaikan akan diteruskan kepada pemerintah daerah sehingga ada perhatian dan langkah-langkah demi perbaikan ekonomi serta kelancaran aktivitas jual beli, ” terang Ali saat ditemui Pasific Pos di ruang kerjanya, Senin (6/7).
Ia menambahkan, Pemda Merauke dalam hal ini Disperindagkop memiliki tupoksi dalam pengelolaan dan pengawasan pasar. Untuk itu HIPPAM senantiasa menjalin komunikasi dan berkoordinasi sesuai perannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah agar informasi kepada pedagang tersampaikan dengan baik. Antara lain informasi tentang pengaturan tempat, retribusi, penataan pasar dan lain sebagainya yang harus diketahui oleh seluruh pedagang.
Beberapa hal yang menonjol kerap diutarakan pedagang, salah satunya daya beli yang menurun sehingga berdampak pada penghasilan. Oleh sebab itu pihaknya berharap agar pemerintah daerah dapat membantu memberikan rangsangan sehingga daya beli juga ikut bertumbuh, khususnya di kawasan Pasar Wamanggu yang merupakan pasar utama di Kota Merauke.
Secara rutin turun ke pasar untuk bertemu para pedagang menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan dan yang tidak kalah penting, pelaku usaha harus diberdayakan.
Dengan demikian pedagang semakin termotivasi meskipun di tengah gempuran daya beli yang menurun. Selain itu pentingnya instansi terkait duduk bersama agar penataan pasar semakin baik dan Wamanggu bisa menjadi pasar yang sehat, tertib dan nyaman, baik bagi pengunjung maupun pedagang itu sendiri.(Iis)
