Sikap BTM Pasca Putusan MK Terkait PSU dalam Pilgub Papua

Jayapura – Benhur Tomi Mano yang akrab disapa BTM menunjukkan sikap sebagai seorang pemimpin sejati menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait PSU untuk Pilkada Papua.

Dia mengatakan, dalam perjalanan politik, setiap tantangan bukanlah sebuah rintangan, melainkan kesempatan untuk menunjukkan keteguhan hati dan kesungguhan dalam mengabdi.

Adapun keputusan MK terkait pemilihan ulang, setelah dirinya ditetapkan sebagai Gubernur terpilih, dinilai sebagai momen yang menggugah banyak hati.

Benhur Tomi Mano merespons putusan itu dengan sikap pemimpin sejati yang tenang, bijaksana, dan optimis. Sikap ini adalah cerminan pemimpin yang hadir bukan hanya untuk mengejar kemenangan, tetapi untuk menjaga harapan rakyat Papua di saat-saat yang paling menentukan.

“Saya memahami apa yang dirasakan oleh masyarakat. Ini bukan hanya perjalanan saya, tetapi perjalanan kita semua,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Selasa (25/2/2025).

Dirinya juga mengajak seluruh rakyat untuk bergandengan tangan. Baginya Papua bukan hanya sebuah wilayah, tapi Papua adalah rumah, identitas, dan masa depan yang akan dibangun bersama.

Kemudian dalam setiap langkah, ada harapan dan asa yang menyatukan hati dan mimpi seluruh rakyatnya. “Perjalanan kita menuju Papua yang lebih baik terus berlanjut. Saya percaya, setiap langkah kita adalah bagian dari rencana yang lebih besar,” ujarnya.

Menanggapi putusan MK, Benhur Tomi Mano juga memilih mengedepankan persatuan, tidak ada kata menyerah dan tidak ada ruang untuk perpecahan.

Dia mengajak masyarakat Papua untuk percaya bahwa perjalanan ini belum selesai. Masa depan yang cerah tetap menanti, jika dihadapi dengan semangat kebersamaan dan keyakinan yang teguh.

“Keputusan hari ini adalah kemenangan yang tertunda sebuah pengingat bahwa mimpi besar membutuhkan usaha dan kerja keras bersama. Saya percaya, dengan langkah yang seirama dan hati yang bersatu, kemenangan itu akan datang di waktu yang tepat,” ujarnya.

Benhur Tomi Mano percaya bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang posisi, melainkan perjalanan menuju kedamaian dan kemajuan bersama.

Menurutnya, keputusan MK mungkin sebuah ujian, tetapi tidak akan mengubah keyakinan bahwa Papua mampu berdiri dengan kepala tegak, melangkah dengan kebanggaan, dan menang dengan cara yang terhormat.

“Papua adalah rumah kita. Dan rumah ini akan indah jika kita membangunnya bersama,” pungkasnya.

http://ijm-nasp.unhas.ac.id/public/

Related posts

Sah, Pj Gubernur Lantik Ketua MRP Papua

Bams

Monitoring Persiapan Pemilu, Pj Gubernur Kunjungi KPU Provinsi Papua Tengah

Fani

Ketua DPR Papua Dinas Luar, Rapat Pengesahan Tatib Ditunda

Bams

Sukseskan Agenda Alas Tikar Satgas Yonif 756/WMS Gelar Karya Bakti

Fani

Mendagri Minta PWI Ikut Sosialisasikan Pilkada Damai

Bams

Wadan Lantamal X : Masuk TNI AL Gratis, Jangan Tertipu Percaloan

Fani

Leave a Comment