KASAD Sebut TMMD Bagian Pengabdian TNI Kepada Masyarakat
MERAUKE-Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengemukakan, TMMD merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat yang dilaksanakan melalui pendekatan lintas sektoral. Program ini tetap dipertahankan dari tahun ke tahun, tidak hanya berorientasi pada penyelesaian sasaran pembangunan, tetapi juga diarahkan dalam rangka peningkatan kualitas taraf kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan pada sambutan tertulis yang dibacakan Danrem 174/ATW, Brigjen TNI Mustakim pada penutupan TMMD ke-129 di lapangan Kodim 1707/Merauke, Kamis (13/8). Dikemukakan, selama kurang lebih satu bulan, sejak tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus 2026, prajurit TNI bersinergi bersama Aparatur Pemerintah Daerah dan berbaur langsung dengan masyarakat bekerja dalam satu bingkai semangat kegotongroyongan demi mempercepat pembangunan serta membantu mengatasi berbagai kesulitan di wilayah sasaran.
Keberhasilan TMMD selain dilihat dari parameter jumlah sasaran fisik yang dibangun atau diperbaiki, juga terletak pada sejauh mana hasil pembangunan tersebut mampu memperlancar aktivitas masyarakat, membuka akses perekonomian, meningkatkan kualitas kesehatan, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Pembangunan pada hakikatnya tidak hanya membangun sarana, tetapi juga membangun sumber daya manusia seutuhnya menuju peningkatan kualitas dan perubahan yang semakin lebih baik. Dalam hal ini, terwujudnya masyarakat yang sehat, berpengetahuan, terampil, dan mampu mengembangkan potensi wilayah merupakan modal utama bagi kemajuan daerah.
Pelaksanaan TMMD ke-129 TA 2026 juga disinergikan dengan lima program unggulan TNI AD, meliputi Ketahanan Pangan, TNI Manunggal Air, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni dan MCK, percepatan penurunan stunting, serta Bersatu dengan Alam.
Integrasi tersebut merupakan wujud pendekatan terpadu dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan ini, hasil TMMD diharapkan tidak berhenti pada output berupa pembangunan sarana fisik, tetapi memberikan outcome berupa peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan ketahanan wilayah, dan memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Penentuan sasaran fisik TMMD ke-129 benar-benar diarahkan pada kebutuhan yang mendesak dan bernilai strategis, selaras dengan masukan aspirasi masyarakat dan tentunya melihat kondisi nyata di wilayah sasaran.
Aspek perencanaannya diintegrasikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten/Kota agar menjadi bagian dari kesatuan pembangunan wilayah yang terukur dari tingkat capaian kemajuan dan berkesinambungan di masa yang akan datang.
Selain pembangunan fisik, tidak kalah pentingnya sasaran kegiatan nonfisik turut digalakkan secara intensif berupa penyuluhan, sosialisasi, dan pembekalan kepada masyarakat.
Materi kegiatannya disusun secara kolaboratif bersama Pemerintah Daerah dan Instansi terkait, dengan mempertimbangkan kebutuhan prioritas serta tipologi setiap wilayah sasaran.(iis)
