Sekolah Rakyat Papua Dapat Perhatian Khusus dari Wapres

Jayapura,- Wakil Presiden Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SMA) 29 Jayapura untuk meninjau langsung aktivitas belajar-mengajar serta kondisi siswa.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda keliling Wapres guna memastikan jalannya proses pendidikan di wilayah Papua.

Dalam kunjungannya, Wapres menyampaikan apresiasi atas fasilitas yang dimiliki Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jayapura. Ia menilai fasilitas tersebut lebih baik dibandingkan sejumlah lokasi lain di luar Papua.

Kepala BBPPKS Jayapura, John Mampioper, menjelaskan bahwa kunjungan Wapres juga membahas rencana pembangunan sekolah rakyat baru. Lokasi pembangunan yang telah siap berada di Kampung Maribu Tua, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Papua.

“Lahan di Maribu sudah lolos verifikasi dan kini dalam proses perhitungan detail engineering serta rencana anggaran biaya oleh Kementerian PUPR. Pembangunan akan dimulai pada triwulan akhir tahun ini, dan ditargetkan selesai sebelum tahun ajaran baru,” ujar John.

Sementara itu, untuk Kota Jayapura, lahan pembangunan sekolah rakyat masih dalam proses verifikasi legalitas.

Namun, lahan di Kabupaten Jayapura yang berlokasi dekat GOR Toware telah dinyatakan siap untuk pembangunan.
John menambahkan, dalam rangka memperluas jangkauan pendidikan di Papua, sekolah rakyat ke depan akan membuka penerimaan siswa baru dari berbagai kabupaten lain seperti Mamberamo Raya, Kerom, Supiori, dan Waropen.

Menurut John, Wapres Gibran tampak kagum dengan kondisi fasilitas di Jayapura. “Tadi Wapres berpesan agar siswa terus belajar, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan diri bagi yang bercita-cita masuk TNI dan Polri,” katanya.

Dalam sesi dialog dengan siswa, Wapres juga menanyakan pola makan mereka. Para siswa menyampaikan bahwa kebutuhan makan mereka kini sangat tercukupi dengan tiga kali makan utama dan dua kali snack setiap hari.

“Banyak siswa mengaku sebelumnya kesulitan mendapatkan asupan gizi secara teratur. Kini, melalui program sekolah rakyat, mereka mendapat pendidikan sekaligus jaminan gizi yang memadai,” tambah John.

Related posts

Dirut : Keterbatasan Sumber Air Hambat Sambungan Baru

Fani

Kapendam Cendrawasih : Pelaku Sudah Ditahan Di POM

Fani

Temui Sekda Papua, Kafilah MTQ Laporkan Prestasi Ini

Fani

Astra Motor Papua Kembali Gelar Regional Technical Skill Contest Student & Teacher

Fani

Ribuan Umat NTT Penuhi Graha Eme Neme Yauware

Fani

Tim Forensik Dilibatkan Ungkap Kasus Nur Alisah, Bocah yang Ditemukan Meninggal Dunia

Fani

Leave a Comment