Pengurus PKB Papua Diminta Tentukan Arah Perjuangan dan Optimis Raih Kemenangan 2029
Jayapura,- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua menggelar rapat formatur penyusunan calon pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB masa bakti 2026–2031 se-Provinsi Papua. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Horison Kotaraja Jayapura – Papua, pada Minggu 21 Juni 2026.
Sekedar diketahui, rapat formatur ini menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur organisasi partai sekaligus mempersiapkan langkah strategis menghadapi Pemilu 2029.
Dalam sambutan Ketua Umum Dewan Komando Pusat (DKP) Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim, menyampaikan arahan Ketua Umum DPP PKB Dr. (HC). Drs. A. Muhaimin Iskandar atau yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Muhaimin, kepada seluruh pengurus dan formatur yang hadir dalam rapat tersebut.
Dalam sambutannya, Rivqy mengatakan, Papua memiliki sejarah yang erat dengan perjuangan PKB, terutama sejak masa reformasi di bawah kepemimpinan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gusdur.
“Ini memberikan tambahan semangat bagi kita semua untuk memenangkan Partai Kebangkitan Bangsa di Tanah Papua. Karena salah satu tokoh yang memperjuangkan Papua pasca reformasi adalah pendiri PKB, KH Abdurrahman Wahid,” ujar Rivqy.
Oleh karena itu ia menekankan, penyusunan kepengurusan DPC bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif organisasi, melainkan menjadi momentum menentukan arah perjuangan PKB di daerah selama lima tahun ke depan.
Ia berharap, kepengurusan yang dibentuk harus diisi oleh kader yang memiliki komitmen, mau bekerja, dan siap hadir di tengah masyarakat.
Untuk itu, Rivqy meminta seluruh DPC terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat bawah agar struktur partai tetap aktif dan tidak hanya bergerak menjelang pemilu.
Rivqy juga menegaskan bahwa pentingnya persiapan menuju Pemilu 2029 dengan mulai memetakan wilayah, menyiapkan kader terbaik, serta merekrut tokoh-tokoh potensial dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, akademisi, profesional, pengusaha, aktivis muda, tokoh perempuan, kepala desa hingga pemimpin komunitas yang memiliki semangat pengabdian.
“Organisasi yang berhenti merekrut akan berhenti tumbuh. Karena itu PKB harus terus merawat basis utama sekaligus membuka ruang bagi generasi muda, perempuan dan kelompok profesional dan berbagai komunitas baru yang menjadi bagian penting masa depan politik Indonesia,”tegas Rivqy.
Disamping itu, ia juga meminta seluruh kader PKB yang memegang jabatan publik, baik di eksekutif maupun legislatif, menunjukkan kinerja terbaik sehingga manfaat kehadiran PKB benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurutnya, tata kelola organisasi yang baik, transparansi, akuntabilitas, serta pemanfaatan teknologi harus menjadi budaya di seluruh tingkatan kepengurusan.
Untuk itu, ia mengingatkan jika pentingnya menjaga soliditas organisasi. Perbedaan pendapat, merupakan hal yang biasa dalam organisasi, namun keputusan bersama harus menjadi pegangan seluruh kader.
“Fokus kita adalah memperkuat partai, melayani masyarakat, dan memenangkan perjuangan politik. Karena itu kaderisasi dan regenerasi harus terus berjalan agar PKB mampu melahirkan pemimpin masa depan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Papua, H. Heru Suroso, menjelaskan, bahwa rapat formatur ini bertujuan memperkuat soliditas organisasi PKB di Tanah Papua melalui pembentukan kepengurusan DPC yang akan bertugas selama periode 2026–2031.
Dengan demikian, ia berharap seluruh keputusan yang dihasilkan dalam rapat tersebut dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi penguatan eksistensi PKB di masing-masing daerah.
“Tanpa soliditas dan kebersamaan, kita tidak akan mampu mencapai cita-cita politik yang telah kita perjuangkan bersama. Karena itu setelah penyusunan formatur DPC selesai, segera persiapkan pembentukan PAC hingga ke tingkat distrik agar struktur partai semakin kuat,”jelasnya.
Heru Suroso yang juga sebagai anggota DPR Papua itu menegaskan bahwa penguatan organisasi dari tingkat kabupaten hingga distrik menjadi kunci untuk mewujudkan target kemenangan PKB pada Pemilu 2029 di Papua.
Pada kesempatan ini, Politisi PKB itu juga mengingatkan sejarah perjuangan PKB yang memiliki keterkaitan erat dengan perubahan nama Papua pada masa pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid.
“Kita harus terus menjaga semangat perjuangan beliau itu, dengan memperkuat organisasi dan hadir untuk masyarakat. Dengan kebersamaan dan kerja nyata, PKB harus mampu meraih kemenangan di Tanah Papua pada 2029,” tegas H. Heru Suroso. (Tiara).
