Penerimaan Pajak Papua Tembus Rp 368 Miliar

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak sebagai salah satu upaya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Papua, Subhan, S.E., M.M., mengatakan hingga Agustus 2026, realisasi penerimaan pajak Papua telah mencapai sekitar Rp368,74 miliar dari target sebesar Rp563 miliar atau sekitar 65 persen.

“Target kita tahun 2026 sebesar Rp563 miliar. Sampai Agustus ini sudah mencapai sekitar Rp368 miliar atau kurang lebih 65 persen. Masih ada sekitar Rp100 miliar lebih yang harus kita kejar hingga akhir tahun,” ujar Subhan kepada wartawan di Jayapura, Kamis kemarin.

Menurutnya, secara umum penerimaan pajak menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Namun, jika dilihat berdasarkan jenis penerimaan, masih terdapat sejumlah sektor yang belum mencapai target,

Oleh karna itu, kata Subhan, Bapenda Papua telah melakukan rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola PAD untuk mendorong percepatan penerimaan retribusi. Sebab, pengelolaan aset daerah menjadi salah satu sektor yang akan dimaksimalkan.

“Retribusi ini menjadi tanggung jawab OPD masing-masing. Kita sudah tekankan agar dikejar sampai Desember. Misalnya penyewaan gedung, kendaraan, sarana dan prasarana, termasuk aset daerah yang dikelola OPD, harus dimaksimalkan,” katanya.

Subhan menegaskan, optimalisasi aset daerah penting dilakukan agar target retribusi dapat tercapai 100 persen. Sebab, penerimaan daerah yang tidak sesuai target berpotensi memengaruhi kesehatan APBD Papua.

Lanjutnya, kegiatan Gebyar Pajak yang pertama kita lakukan ini sebagai sarana edukasi sekaligus bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah memenuhi kewajiban perpajakannya.

Subhan mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata bertujuan memberikan hadiah, tetapi juga untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak.

“Gebyar pajak ini menjadi wadah edukasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kepatuhan membayar pajak. Kita juga memberikan apresiasi kepada wajib pajak yang selama ini patuh dan tidak terlambat membayar,” ujarnya.

Subhan menambahkan, kontribusi pajak sangat penting karena kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pemerintah, termasuk sektor kesehatan, pendidikan, pembangunan, serta pelayanan publik lainnya.

Dalam pelaksanaan Gebyar Pajak 2026, Bapenda Papua juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Bank Papua memberikan dukungan berupa dua unit sepeda motor sebagai hadiah, sementara PT Jasa Raharja turut memberikan hadiah berupa keping emas.

“Kami berterima kasih kepada Bank Papua dan PT Jasa Raharja yang telah mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak pihak yang ikut memberikan dukungan melalui program CSR,” katanya.

Subhan berharap Gebyar Pajak dapat menjadi agenda yang terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya sehingga mampu meningkatkan motivasi masyarakat untuk semakin taat membayar pajak.

Related posts

Pemain Persipura Jalani Tes Kesehatan di RS Siloam Yogyakarta

Bams

Maju Pilbup Keerom, Kenius Kogoya : Saya Pulang Kampung

Bams

Kodim 1714/Puncak Jaya Berhasil Redam Perang Suku dan Evakuasi Warga di Tengah Konflik Pilkada

Fani

Kronologi Warga Sipil Jadi Korban Kekerasan di Yahukimo

Fani

Partai Buruh Deklarasikan Dukungan untuk Menangkan MDF-AR di Pilgub Papua 2024

Jems

KPU Jayapura gelar pleno pengundian dan penetapan nomor urut paslon bupati dan wabup terbuka

Jems

Leave a Comment