Pertamina Dan Kesuksesan Program Strategis Nasional Di Ujung Timur Indonesia

MERAUKE – Nun jauh di ujung timur Indonesia, Program  Strategis Nasional (PSN) tengah digencarkan, memberikan harapan baru kepada para petani khususnya di wilayah selatan Papua.  Ya, Provinsi Papua Selatan yang merupakan salah satu provinsi baru menjadi sasaran dari Program Strategis Nasional (PSN) gagasan Presiden Prabowo guna meningkatkan ketahanan pangan negara serta mensejahterakan petani.

Provinsi ini terus berbenah, berupaya melakukan upaya-upaya demi mensukseskan PSN secara bersama-sama. Ada harapan, ada suka cita juga ada impian yang begitu besar agar PSN berjalan sukses dan memberikan hasil gemilang bagi negeri tercinta. Bagaimana petani dengan penuh semangat, berangkat pagi-pagi buta dan pulang di kala senja, berjibaku di pematang sawah untuk suksesnya ketahanan pangan.

Pemerintah setempat bekerja keras seoptimal mungkin mendorong dan memotivasi para petani agar tetap semangat bekerja, mengolah lahan sawah yang nantinya memberikan hasil nyata demi masa depan yang lebih baik.  Tentunya semua itu tidak dapat terwujud tanpa dukungan semua pihak dan kerja sama yang baik. Salah satunya dari pihak Pertamina Patra Niaga.

PERAN DAN DUKUNGAN PERTAMINA PATRA NIAGA

Sales Branch Manager Wilayah Papua Selatan-Pegunungan, Darryl Gomos Manullang (foto:iis)

Tidak hanya dari petani sang pejuang sejati, tetapi juga stake holder terkait. Salah satunya adalah pihak Pertamina yang berperan penting dalam menunjang kelancaran aktivitas pertanian di Papua Selatan. Dalam hal ini Pertamina  memberikan dukungan penuh terutama di kawasan pengembangan pangan di beberapa titik di Kabupaten Merauke.

Darryl Gomos Manullang selaku Sales Branch Manager Wilayah Papua Selatan-Pegunungan mengemukakan, untuk wilayah Merauke, Pertamina Patra Niaga mendukung penuh kebutuhan BBM bagi petani dan tetap sesuai dengan arahan bupati. Pada Bulan Juni hingga September ini masih fokus pada target masa tanam di Distrik Kurik, Semangga dan Tanah Miring.

Ditargetkan ada 1.000 hektar yang akan dipanen. Pihaknya telah memenuhi kebutuhan petani di SPBU yang tersedia. “Stok BBM sudah kita optimalkan sehingga petani yang membutuhkan Pertalite dan Bio Solar untuk alsintan tidak ada masalah. Semua kebutuhan dimaksimalkan sesuai permintaan petani, ” terangnya kepada Pasific Pos di ruang kerjanya, Rabu (16/9).

Proses Peresmian SPBU Khusus Petani (foto:iis)

Diakui jumlah permintaan cukup besar namun tetap diupayakan untuk terlayani. Meskipun belum dapat memenuhi sesuai dengan surat rekomendasi secara keseluruhan namun tetap terlayani sesuai kebutuhan di lapangan. Setiap bulan pasti ada kebutuhan BBM secara spesifik dari masing-masing petani, oleh sebab itu pihaknya telah mengkoordinasikan dengan setiap pengawas SPBU untuk menyesuaikan dengan jumlah permintaan.

Apabila ada peningkatan maka stok akan ditambah. Berdasarkan pemantauan, sejauh ini permintaan masih normal tanpa ada peningkatan yang signifikan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian terkait dalam  upaya mensukseskan panen 1.000 hektar di tiga distrik dimana BBM lebih mudah diperoleh petani.

KEHADIRAN SPBU KHUSUS UNTUK PETANI

Bupati Kabupaten Merauke, Yoseph Bladib Gebze, saat meresmikan SPBU Khusus Petani di di Kampung Amunkay, Distrik Tanah Miring, Kamis (24/9/2026).(foto:iis)

Kabar gembira lagi bagi para petani karena Kamis (24/9) telah diresmikan satu SPBU di SP 8 Distrik Tanah Miring. Darryl mengungkapkan, SPBU tersebut akan menjadi pilot project khusus melayani petani. Syaratnya petani harus menunjukkan surat rekomendasi resmi agar bisa dilayani.

Jadi SPBU tersebut murni hanya dapat dimanfaatkan oleh kalangan petani, tidak diperbolehkan bagi masyarakat umum untuk bertransaksi di dalamnya. Masyarakat umum dapat membeli pada SPBU umum yang ada di beberapa lokasi di Merauke. Peresmian dilakukan  oleh Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze dan turut dihadiri stake holder terkait juga kalangan petani.

 

PENERAPAN APLIKASI YANG EFEKTIF

Salah satu upaya yang dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi X Star yang diterapkan oleh BPH Migas bersama Dinas Pertanian sehingga tahapan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Selain itu yang tidak kalah penting dapat dimonitor secara bersama dan transparan dengan BPH Migas pusat terkait dengan distribusi BBM.

Pihaknya berharap dengan aplikasi tersebut maka pengawasan semakin optimal dan efektif apalagi barcode yang diterbitkan oleh aplikasi X Star langsung termonitor dengan Pertamina, BPH Migas dan dinas terkait. “Kita perlu menyamakan data agar lebih selaras dan tidak terjadi gap terkait stok yang dibutuhkan apalagi jika sampai kurang sehingga dapat segera dilakukan langkah-langkah dan evaluasi terkait wilayah yang perlu ditambah stoknya, ” ujarnya.

Sejauh ini koordinasi pihaknya dengan dinas terkait berjalan baik dengan melakukan monitoring bersama, baik setiap bulan maupun triwulan agar kebutuhan petani memadai. Dengan optimalnya dukungan Pertamina ia mengharapkan PSN berjalan lancar dan mensejahterakan masyarakat juga petani di Kabupaten Merauke.

Komitmen Pertamina benar-benar dilaksanakan dalam berbagai dukungan termasuk penerapan teknologi distribusi berbasis digital.  Aplikasi X Star mendukung mekanisasi pertanian berskala besar di Papua Selatan agar BBM subsidi khusus untuk alsintan tepat sasaran dan menghindari terjadinya penyelewengan. Teknologi ini mendata para petani dan mencatat kuota pembelian BBM sesuai kebutuhan riil di lapangan.

APRESIASI DARI DINAS TERKAIT

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan, Paino (foto:ist)

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan, Paino, Selasa (22/9) mengemukakan, kebutuhan BBM untuk alsintan petani berjalan lancar begitu pula koordinasi dengan pihak Pertamina terjalin sangat baik khususnya terkait kuota yang akan didistribusikan. “BBM disalurkan sesuai dengan kuota yang dibutuhkan petani melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke. Jadi sudah didata dan akan diajukan saat musim tanam, ” tukasnya.

Pihaknya rutin melakukan pemantauan guna mengetahui kondisi di lapangan sehingga jika ada kendala dapat segera diatasi. Pihaknya juga merespon positif aplikasi X Star yang dinilai sangat efektif memperlancar distribusi BBM dan benar-benar terpantau.

Sosialisasi kepada petani terkait dengan aplikasi tersebut juga akan terus digencarkan sehingga penyaluran tepat sasaran dan tidak disalahkan gunakan. Tidak hanya itu, kehadiran SPBU khusus petani juga menjadi terobosan positif yang dilakukan Pertamina untuk memudahkan petani.

Ia menyambut positif kehadiran SPBU tersebut sehingga tidak hanya nelayan saja yang memiliki SPBU khusus tetapi juga kalangan petani. “Ini usulan petani juga agar lebih dekat memperoleh BBM dan tepat sasaran karena terpantau secara langsung. Jadi hanya petani yang dilayani di SPBU tersebut, ” tukas Paino.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup  Kabupaten Merauke, Dominikus Catur R.B (fotoist)

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup  Kabupaten Merauke, Dominikus Catur R.B menjelaskan, Kerja sama antara PT Pertamina Patra Niaga dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke berfokus pada pembahasan dan pemeriksaan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) untuk pengembangan operasional Fuel Terminal Merauke.

“Intinya, kita bersama-sama mengawal agar PSN ke depan berjalan baik termasuk untuk UKL-UPL, “ terangnya. Idealnya sebelum membangun SPBU dilakukan pembahasan terkait lingkungan terlebih dahulu. Namun sejauh ini koordinasi dengan pihak Pertamina berjalan baik termasuk laporan rutin terkait lingkungan, baik laporan triwulan maupun semester.

 

RESPON POSITIF KETUA HIMPUNAN KERUKUNAN TANI INDONESIA PAPUA SELATAN

Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Papua Selatan, Sularso juga menyambut positif kehadiran SPBU khusus petani dan berharap lebih efektif dan memudahkan petani. Pasalnya, BBM merupakan kebutuhan penting bagi petani sehingga menjadi perhatian bersama. Ia bersyukur bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional pada tanggal 24 September 2026, Bupati Merauke telah meresmikan SPBU khusus petani.

Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Papua Selatan, Sularso (foto:Ist)

Hal tersebut merupakan langkah nyata pemerintah bersama Pertamina untuk membantu petani. Bahkan ia berharap ke depan dapat hadir SPBU serupa di distrik-distrik yang lain terutama di pusat-pusat pertanian yang ada di Provinsi Papua Selatan. Sularso menambahkan, untuk mendukung program ketahanan nasional maka BBM menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Jika BBM petani terpenuhi dengan maksimal tentunya akan turut mendorong produktivitas petani yang semakin meningkat dan berdampak pada pendapatan petani. Sularso menegaskan, petani berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan BBM bagi petani. Selama ini koordinasi pihaknya dengan Pertamina berjalan baik dan Pertamina senantiasa memenuhi kebutuhan BBM petani sesuai dengan yang diusulkan.

 

 

 

TANGGAPAN DINAS TANAMAN PANGAN, HOLTIKULTURA DAN PERKEBUNAN KABUPATEN MERAUKE

Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/9), Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke,  Josefa L. Rumaseuw menyampaikan, begitu optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat digencarkan telah terjalin kolaborasi yang sangat baik dengan pihak Pertamina. Koordinasi juga rutin dilakukan  agar distribusi BBM petani tidak mengalami kendala.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Josefa L. Rumaseuw (foto:iis)

Pasalnya persoalan di tingkat petani cukup banyak dan Pertamina sangat mendukung setiap tahapan yang berjalan. Kehadiran SPBU khusus petani merupakan hasil kerja keras bersama di mana Pertamina memiliki peran yang sangat penting. Ketika bupati mengeluarkan rekomendasi ternyata disambut baik oleh Pertamina sehingga hadir SPBU khusus petani pertama kalinya di Indonesia.

Ia berharap ke depan dapat hadir SPBU-SPBU serupa sehingga petani semakin terbantu. Diakui untuk membangun sebuah SPBU memakan waktu dan anggaran yang tidak sedikit. Oleh karena itu diharapkan tidak hanya melalui APBD kabupaten tetapi juga provinsi dapat mengalokasikan dana untuk beberapa tahun ke depan demi berdirinya SPBU tambahan. Ini penting karena penyebaran petani cukup banyak dan tersebar di berbagai wilayah.

Aktivitas Pelayanan Di SPBU (Foto:ist)

“Kita bersyukur karena SPBU khusus petani akhirnya terealisasi di bulan ini bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional. SPBU tersebut akan menjadi pilot project mengingat potensi pertanian di Kabupaten Merauke sangat besar. Tersebar hingga di kampung-kampung sehingga perlu mendapat perhatian khusus pemerintah agar bisa dihadirkan juga SPBU khusus petani di wilayah lain, “terangnya.

Sementara itu Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Yuliana S. Payunglangi menambahkan, terkait penyaluran BBM kepada petani hingga sekarang berjalan lancar dan sesuai dengan prosedur. Pihak dinas juga aktif menginformasikan kepada gapoktan, penyuluh, aparat kampung dan Babinsa untuk bersama-sama melakukan pengawasan.

Untuk mendapatkan BBM langkah awal yang harus dilakukan adalah penyampaian surat permohonan dari gapoktan atau petani dengan mencantumkan luas target tanam, panen dan penggunaan BBM itu sendiri. Hanya digunakan untuk alsintan karena BBM subsidi bukan diperuntukkan bagi petani meskipun yang disubsidi adalah luas lahan dari petani.

Foto: Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Yuliana S. Payunglangi (foto:iis)

Adapun kebutuhan setiap petani dihitung berdasarkan peraturan BPH Migas yakni 2 hektar. Ini ukuran maksimal masing-masing petani dan akan dihitung kebutuhan sejak pra hingga pasca panen. Baik Bio Solar maupun Pertalite akan dianalisis untuk masing-masing petani sehingga ketika dimasukkan ke dalam aplikasi X Star maka secara otomatis akan terhitung masing-masing kebutuhan BBM petani.

Yuliana menegaskan, persyaratan harus lengkap baru diterbitkan rekomendasi. “Jadi bukan kami yang menentukan kuotanya tetapi dari luas lahan dan peruntukannya, baik pra atau pasca. Karena rekomendasi berlaku 3 bulan sehingga selama masa waktu tersebut harus jelas terkait apa saja yang dibutuhkan untuk luasan tertentu dari usulan petani, ” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat proses pengambilan juga tidak bisa diwakilkan. Oleh sebab itu diharapkan kepada seluruh petani apabila memasukkan permohonan untuk BBM subsidi agar mematuhi mekanisme yang ada. Jika ada yang mengusulkan namun saat verifikasi tidak termasuk dalam kelompok tani maka tidak akan dilayani. (iis)

Related posts

Penjabat Gubernur Papua Tengah Gelar Rapat Membahas Konflik di Intan Jaya

Fani

Hadapi PON Aceh-Sumut, DPRP Akan Panggil Tim Anggaran Pemprov Papua

Bams

Dari Seram ke Seru, Halloween dan Staycation di Hotel Horison Kotaraja

Fani

Polisi : Tak Ada Ruang bagi Pengkhianat

Fani

Penjabat Gubernur Kalimantan Timur Sambut Kafilah MTQ dengan Malam Ta’aruf

Fani

Manfaatkan AMAN JKN, Salomina Terkesan dengan Pelayanan BPJS Kesehatan

Fani

Leave a Comment