Kebakaran Di Wanam Masih Diselidiki, Kerugian Ditaksir Milyaran
MERAUKE –Kebakaran hebat terjadi di kompleks pasar, perumahan dan Posramil 1707-04/Kimaam Kampung Wogikel Distrik Ilwayab Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan, Rabu (30/9 ) sekitar pukul 08.30 WIT.
Ps.Kasi Humas Polres Merauke, Ipda Andre Msb, S.Kom membenarkan kejadian kebakaran tersebut. Berdasarkan laporan Kapolsek Kimaam, Iptu Masngudi diketahui kebakaran mengakibatkan sejumlah bangunan, tempat usaha dan fasilitas pelayanan masyarakat mengalami kerusakan berat.
Namun tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diperoleh di lapangan, api diduga pertama kali muncul dari salah satu kios milik warga berinisial D yang berada di belakang Posramil 1707-04/Kimaam. Api kemudian merambat dan membakar sejumlah bangunan yang berada di sekitar lokasi.
Adapun bangunan yang terdampak kebakaran antara lain satu unit Posramil 1707-04/Kimaam, lima warung makan, 15 unit kios sembako, kantor Teras BRI, kantor BPD, Kantor Pos Ilwayab, satu ruko Toko 5 dan Penginapan Kala Senja.
Kerugian diperkirakan mencapai Rp5 milyar. Namun jumlah tersebut masih dalam proses pendataan dan verifikasi terhadap seluruh bangunan maupun barang milik masyarakat yang terdampak.
Dalam upaya penanganan kebakaran, masyarakat setempat bersama personil TNI, Polri dan warga bahu-membahu melakukan pemadaman dengan menggunakan dua unit kendaraan dinas pemadam serta tiga unit kendaraan tanki milik perusahaan.
Terkait penyebab pasti kebakaran, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan. Informasi awal duduga korsleting arus listrik. Namun dugaan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kebakaran.
Pasca kejadian, situasi di lokasi terpantau kondusif. Petugas masih melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak serta inventarisasi kerugian materiil.
Dijelaskan, pengamanan di lokasi terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan kamtibmas, mengingat masih terdapat barang-barang milik masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Pihak terkait juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat terdampak, termasuk kemungkinan kebutuhan tempat tinggal sementara, pangan dan kebutuhan dasar lainnya.(Iis)
