Komitmen Alif Kurniawan Pimpin SDIT Permata Bunda, Pertahankan Ciri Khas Sekolah
MERAUKE,-Mendapat amanah memimpin SDIT Permata Bunda Merauke, Alif F. Kurniawan berkomitmen untuk membawa kemajuan bagi sekolah yang sekarang mulai dikenal publik secara luas dan cukup banyak diminati. Alif merupakan kepala sekolah yang kedua dan memiliki karakteristik tersendiri dalam memimpin sekolah.
Ia tetap berupaya menjaga keaslian sekolah yang fokus pada Al Qur’an dan adab. Beberapa program juga terus digencarkan dengan melibatkan peran orang tua dan mendapat respon positif. Proses belajar mengajar tetap menyesuaikan dengan program pemerintah dan kebutuhan zaman namun di beberapa segi ada yang tetap ditonjolkan sebagai ciri khas sekolah.
“Untuk fasilitas belajar terus kita benahi di antaranya untuk ruang gerak yang tengah di bangun lalu mengoptimalkan pojok baca di setiap kelas, ” terang Alif kepada Pasific Pos di SDIT Permata Bunda, Senin (8/6). Ia menjelaskan, jumlah guru SDIT Permata Bunda ada 17 orang dan dinilai memadai termasuk TU dan operator.
Pihaknya juga melaksanakan pembinaan guru dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas guru dalam mendidik siswa. Pelatihan juga rutin digelar dengan menghadirkan pembicara yang berkompeten. Pihaknya juga memiliki program coaching guru yang fokus pada guru kelas dan guru pendidikan Qur’an
Saat ini sekolah sedang membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2026-2027 yang dibuka sejak Bulan Mei dan Juni 2026. Kuota yang diterima ada dua kelas dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Pihaknya tidak melaksanakan tes akademik kepada calon siswa tetapi lebih kepada observasi kemandirian dan kesiapan sekolah.
Sedangkan untuk orang tua dilakukan observasi terkait dengan kolaborasi dan kesiapan kerja sama dengan sekolah. Pasalnya, ketika menyekolahkan anak di SDIT Permata Bunda maka orang tua juga harus terlibat. Adapun wilayah yang diutamakan yaitu masyarakat di sekitar sekolah agar dapat menyekolahkan anaknya di sekolah yang ia pimpin.
Selain itu juga kolaborasi dengan pihak TKIT Permata Bunda yang berada di bawah naungan yang sama yaitu Yayasan Papua Adil Mandiri. Ketika kedua potensi tersebut telah terpenuhi maka pendaftaran akan langsung ditutup. Satu kelas ditargetkan menampung 22 siswa sehingga total untuk dua kelas sebanyak 44 siswa. Ia menjelaskan, SDIT Permata Bunda telah meluluskan angkatan pertama sebanyak 11 siswa dan melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren serta sekolah-sekolah Islam.(iis)
