Ketika Public Speaker Senior Bicara Talenta Public Speaking Anak Muda Papsel
MERAUKE-Siapa yang tidak kenal Wilhelmina Welliken, sosok yang sudah malang melintang cukup lama di bidang public speaking dan dikenal sebagai public speaker perempuan kondang dari Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. Wanita yang akrab disapa Winona ini kerap memandu berbagai acara penting dan bergengsi dengan suara khasnya sebagai MC profesional.
Tidak dapat dipungkiri, kemampuannya banyak digunakan banyak orang dan berasal dari berbagai kalangan. Sebut saja partai politik, LSM, instansi pemerintah, sekolah, perusahaan, swasta, perbankan, lembaga keagamaan, organisasi, kepolisian, TNI hingga acara-acara keluarga, semua pernah memakai jasanya.
Winona mampu membawakan acara dengan sangat baik ditambah pembawaan dirinya yang bisa akrab dengan siapa saja. Sebagai public speaker senior, ia memiliki keinginan mulia agar di wilayah selatan lahir public speaker-public speaker muda yang bertalenta.
Sejalan dengan perkembangan dunia komunikasi di era digital tentunya dibutuhkan talenta-talenta yang trampil dan profesional termasuk dari kalangan anak muda. Salah satu bidang yang cukup banyak diminati adalah di bidang public speaking dimana figur-figur public speaker handal mulai banyak bermunculan.
Tidak terkecuali di Provinsi Papua Selatan yang memiliki banyak potensi dari kalangan anak muda dan tersebar di berbagai bidang. Menjadi seorang public speaker tidak hanya menjanjikan dalam karir tetapi juga memiliki peluang cukup luas di segala lini. Butuh kemampuan dan ketrampilan khusus untuk profesi yang satu ini, jika terus diasah tentu akan semakin profesional.
Winona sering menyaksikan secara langsung anak muda Papua Selatan menunjukkan kemampuan public speaking yang bagus sehingga sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan. Apalagi didukung dengan background pendidikan mereka di sekolah yang juga menonjolkan perkembangan multimedia.
Anak muda Papua Selatan dapat mengembangkan diri dan kemampuan public speaking dengan berbagai cara. Yang pertama dengan memanfaatkan peluang yang ada, tidak hanya sebatas menjadi MC tetapi juga lewat media sosial dengan menjdi content creator. Berikutnya aktif mengikuti pelatihan, workshop dan sosialisasi tentang public speaking sehingga semakin menambah kapasitas mereka dalam menseriusi bidang ini.
“Jangan pernah minder atau malu, teruslah mengembangkan diri lewat sarana yang ada. Bahkan bisa juga dilakukan secara otodidak dengan memanfaatkan platform yang ada. Cara lain, bisa belajar dengan mentor khusus sehingga terjadi feed back dan komunikasi yang lebih optimal, “terang Winona saat ditemui Pasific Pos di Careinn Hotel, Kamis (11/6).
Wanita dengan segudang aktifitas ini menambahkan, public speaker berkompeten juga bisa lahir dari anak muda asli Papua di wilayah selatan. Berdasarkan pengamatan, cukup banyak yang memiliki kemampuan public speaking yang bagus ditambah dengan penampilan menarik (good looking) sehingga menjadi paket komplit untuk tampil di hadapan publik.
“Mereka mampu bertutur kata dengan baik dan sangat profesional. Saya bangga dengan adik-adik yang sudah berani tampil dan akan lebih bagus lagi jika kelebihan yang telah dianugerahkan oleh Tuhan itu dijaga dengan baik. Salah satunya dengan terus belajar, bisa dengan mencoba menjadi host, presenter, moderator dan lain sebagainya, ” jelasnya.
Winona menitipkan pesan kepada seluruh anak muda agar tetap menjaga attitude dan bersikap ramah dengan siapa saja. Pasalnya, menjadi public speaker tentu sering bertemu banyak orang dan berasal dari berbagai kalangan. “Punya sikap yang ramah, suka tersenyum, akrab bahkan humoris bisa menjadi bekal bagi seorang public speaker sehingga lebih disukai, disegani dan membuat orang merasa terhibur.
Yang tidak kalah penting harus selalu rendah hati, menghargai orang lain dan tidak haus pujian meskipun telah menjadi public speaker yang terkenal, “tegasnya. Pegiat sosial dan pelaku UMKM makanan sehat ini juga mengingatkan pentingnya integritas dalam melakoni profesi public speaker demi menumbuhkan kepercayaan orang.
Terbilang sudah banyak makan asam garam di bidang public speaking, ia tetap mempertahankan hal-hal baik yang ada dalam dirinya serta terus membangun kemitraan. Tidak heran, Winona mampu bertahan hingga sekarang. (iis)
