Deputi Direksi Wilayah XII Dorong Pelayanan JKN Berkualitas di RSUP Jayapura

Jayapura – Deputi Direksi Wilayah XII BPJS Kesehatan, Benjamin Saut Parulian Simanjuntak, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke RSUP Jayapura dan Puskesmas Waena sebagai bagian dari agenda perkenalan sekaligus penguatan koordinasi dengan fasilitas kesehatan mitra dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kunjungan tersebut menjadi salah satu kegiatan perdana setelah Benjamin tiba dan mulai bertugas di wilayah Papua pada 24 Juni 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Benjamin didampingi Freda Yanne Imbiri dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, beserta jajaran. Kehadiran keduanya disambut oleh manajemen RSUP Jayapura dan Puskesmas Waena untuk membahas berbagai strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi peserta JKN, khususnya di wilayah Kota Jayapura.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan mitra sekaligus menyamakan persepsi mengenai pentingnya penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta JKN.

Selain membahas peningkatan mutu layanan secara umum, diskusi juga memberikan perhatian khusus terhadap penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama pelayanan Antenatal Care (ANC), persalinan normal di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Postnatal Care (PNC) di FKTP.

Deputi Direksi Wilayah XII BPJS Kesehatan, Benjamin Saut Parulian Simanjuntak, menekankan bahwa pelayanan ANC yang dilakukan secara rutin di FKTP perlu diikuti dengan proses persalinan normal yang sama apabila kondisi medis ibu dan bayi memungkinkan.

“Pasien yang secara rutin melakukan pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care di suatu fasilitas kesehatan seharusnya dapat melanjutkan proses persalinan normal di fasilitas tersebut apabila tidak terdapat indikasi medis untuk dirujuk. Hal ini akan menciptakan kesinambungan pelayanan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi ibu hamil,” ujarnya.

Benjamin juga mendorong agar fasilitas kesehatan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan khusus bagi ibu hamil sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif. Menurutnya, kelas ibu hamil maupun kegiatan edukasi yang terstruktur dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan, persiapan persalinan, hingga perawatan pasca melahirkan.

“Kami berharap fasilitas kesehatan dapat menginisiasi kegiatan khusus bagi ibu hamil sebagai media edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Pada saat yang sama, seluruh pelayanan kesehatan bagi peserta JKN harus terus dioptimalkan sehingga masyarakat memperoleh layanan yang mudah diakses, cepat, dan bermutu,” tambah Benjamin.

Direktur Utama RSUP Jayapura, Petronella Marcia Risamasu juga menyampaikan apresiasinya atas dan menegaskan komitmen RSUP Jayapura untuk terus bersinergi dengan BPJS Kesehatan dalam mendukung keberlangsungan Program JKN.

“Koordinasi dan komunikasi yang baik antara BPJS Kesehatan dengan fasilitas pelayanan kesehatan merupakan fondasi penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami mendukung penguatan pelayanan ibu dan anak serta optimalisasi sistem rujukan sehingga peserta JKN memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan medisnya,” ujar Petronella.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Waena, Evalina Diodoran Malau, menyatakan bahwa Puskesmas Waena siap mendukung penguatan pelayanan primer, termasuk optimalisasi pelayanan ANC dan persalinan normal di FKTP sesuai kompetensi serta standar pelayanan yang berlaku.

“Melalui pemeriksaan kehamilan yang rutin, edukasi yang berkesinambungan, dan pendampingan kepada ibu hamil, kami berharap semakin banyak persalinan normal yang dapat ditangani di FKTP secara aman dan berkualitas. Kami juga menyambut baik dorongan untuk menghadirkan kegiatan khusus bagi ibu hamil sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif,” jelas Evalina.

Melalui kunjungan ini, BPJS Kesehatan Wilayah XII bersama BPJS Kesehatan Cabang Jayapura berharap kemitraan dengan fasilitas kesehatan semakin erat sehingga pelayanan kepada peserta JKN dapat terus ditingkatkan.

Penguatan pelayanan primer, khususnya pada layanan kesehatan ibu dan anak, diharapkan mampu mendukung sistem rujukan yang lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

Menutup rangkaian kegiatan, Benjamin Saut Parulian Simanjuntak menegaskan bahwa keberhasilan Program JKN tidak hanya ditentukan oleh aspek pembiayaan, tetapi juga oleh kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan pelayanan yang berkualitas.

“Sinergi yang kuat antara BPJS Kesehatan, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan tingkat pertama menjadi kunci untuk memastikan setiap peserta JKN memperoleh pelayanan yang optimal. Dengan semangat kolaborasi tersebut, kami optimistis kualitas layanan kesehatan di Papua akan terus meningkat demi memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.

Related posts

Kemenag dan Komisi VIII Sepakati Biaya Haji 2025 Turun

Fani

Merah Putih Berkibar Megah di Bukit Zaitun Puncak Jaya

Fani

Tak Lupa Dengan Jasa Baik, Warga SP 13 : JOEL Harga Mati

Fani

JOEL Hadiri Mimika Bersholawat

Fani

Sambangi KPK, Menag Bahas Program Antikorupsi di Kemenag

Fani

10.879 Prajurit TNI Siap Backup Polda Papua Selama Pengamanan Pemilu

Fani

Leave a Comment