Pasific Pos.com
Lintas Daerah

Kadistrik Aimando: Nelayan Pulau Terluar Butuh Akses Telekomunikasi

BIAK – Nelayan di pulau terluar di Distrik Aimando, Kabupaten Biak, Provinsi Papua membutuhkan akses teknologi dan telekomunikasi.

Kepala Distrik Aimando, Robert Rumaropen menjelaskan, wilayah mereka memiliki 13 kampung, yang mana baru 2 kampung bisa di akses jaringan komunikasi.

“Kami juga perlu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan telekomiunikasi. Apalagi, pembangunan Pulau Terdepan, Terluar dan Tertinggal merupakan salah satu Nawacita Presiden Joko Widodo, untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat pulau terluar,” ungkapnya dihadapan Anggota Komisi I DPR RI, Bidang Kominfo, Yan Permenas Mandenas, Sabtu, (17/10/2020).

Rumaropen berharap, kedepan jaringan telekomunikasi di daerah pulau terluar ini bisa tersebar. Karena kami sudah merindukannya bertahun-tahun.

Ia menambahkan, secara umum kondisi insfrastruktur telekomunikasi di daerah terluar ini masih sangat terbatas, sehingga belum menjangkau dan mendukung aktivitas kenelayananan.

“Kami harapkan pemerintah melalui perpanjangan tangan wakil rakyat, Bapak Yan Mandenas, agar kami bisa memberikan perhatian dan melengkapi sarana telekomunikasi di pulau terluar ini, agar kedepan masyarakat yang mayoritas sehari-hari menangkap ikan, mendapat dukungan kegiatan kenelayanan,” paparnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI, Bidang Kominfo, Yan Permenas Mandenas mengunjungi daerah pulau terluar, untuk mengecek akses telekomunikasi.

Daerah terluar yang di kunjungi Yan Mandenas bersama tim Bhakti Kominfo, Telkomsel dan Perusahaan PTT, yakni Kampung Bromsi dan Kampung Pasi Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor.

Dimana daerah terluar ini hanya memiliki BTS USO sinyal Telkomsel BAKTI, dengan jangkauan hanya di kampung Pasi dan sekitar pesisir Kampung Bromsi.

Yan Permenas Mandenas yang juga anggota Fraksi Gerindra itu mengatakan, kedatangannya ke daerah terluar ini, untuk melihat langsung sudah sejauh mana masyarakat mendapat pelayanan telekomunikasi.

“Tadi pagi dari Ilaga, Kabupaten Puncak, kami tiba Kabupaten Biak Numfor ini. Setelah itu kami langsung pergi mengarungi pulau-pulau terluar untuk mengecek sudah sejauh mana masyarakat mendapatkan akses komunikasi,” ungkap Yan Mandenas.

Yan Mandenas menerangkan Distrik Aimando ini merupakan daerah terluar Papua, Indonesia yang mayoritas masyarakatnya 99 persen berprofesi sebagai nelayan, yang selama ini mengeluh dengan masih minimnya teknologi dan telekomunikasi di daerah mereka.

“Jadi daerah ini merupakan darah terluar, tertinggal dan terdepan (3T) yang merupakan salah satu nawacita Presiden, untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat pulau terluar,” kata dia.

Di satu sisi, kata Yan Mandenas, ketika para nelayan mencari ikan mendapat musibah atau tenggelam, sangat jarang mendapat pertolongan, lantaran mereka mencari ikan di sekitar laut Pasifik.

“Kondisi nelayan di perbatasan sangat terbatas dari aspek teknologi penangkapan ikan, kondisi kapal dan keselamatan, serta pengelolaan dan pemasaran hasil tangkapan. Karena itu, mereka sangat memerlukan dukungan, agar kedepan masyarakat bisa meningkatkan hasil pendapatan mereka,” tegasnya.

Dalam kunjungannya ini, kata Yan Mandenas, masyarakat di daerah pulau terluar ini mengharapkan akses jaringan bisa terjangkau sampai lokasi para nelayan mencari ikan, sehingga ketika musibah menimpa mereka, bisa diketahui sanak keluarga mereka atau petugas keamanan laut.

“Tahun depan kita harapkan terjadi peningkatan jaringan disini. Apalagi, masyarakat menyambut baik dengan mempersiapkan lokasi pembangunan tower BTS. Ini saya sudah menerima pelepasan lokasi apabila pemerintah membangun tower. Nah, ini harus kita sambut baik,” paparnya.

Artikel Terkait

Hadapi PON XX, Panja Komisi II DPR Papua dan Mitra Tinjau Penampungan Ikan di Biak

Tiara