Pasific Pos.com
Olahraga

Inilah Hasil Rakernas KONI Pusat 2020

Rakernas KONI Pusat 2020

JAKARTA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat 25-27 Agustus 2020 secara virtual menghasilkan beberapa keputusan diantaranya terkait PON XX Papua dan PON 2024 Aceh-Sumatera Utara, serta menerima tujuh anggota baru.

Rakernas yang dimulai sejak 25 Agustus 2020, dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan digelar secara paralel. Dan pada hari terakhir, Rakernas ditutup yang dihasilkan beberapa keputusan.

Dalam pres release yang diterima, dari berbagai bidang tersebut akhirnya menghasilkan 6 usulan dari Komisi A yang mana semuanya disetujui dalam Pleno II. Salah satunya terkait keanggotaan KONI yang mana telah setuju akan 8 organisasi calon anggota. Beberapa yang disetujui menjadi anggota KONI antara lain, Pengurus Pusat Modern Penthatlon Indonesia

Dari nama yang mendaftar menjadi anggota KONI, hanya satu yang belum berhasil yakni Federasi Wing Chun Indonesia (FWCI). Induk cabor Wing Chun belum bisa diterima sebagai anggota karena adanya persyaratan pendukung yang belum terpenuhi.

Selain itu, disampaikan juga perlunya penyempurnaan Anggaran Dasar/Rumah Tangga (AD/RT) karena masih ada beberapa kekurangan terkait tugas pokok ketua harian, perpanjangan masa bakti anggota menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON), juga penambahan pasal terkait post major (kejadian luar biasa).

Sementara itu, hasil Komisi B yang dipimpin Waketum I KONI Pusat Mayjen (Purn.) Dr.Suwarno juga menyepakati akan upayakan cabor yang tereliminasi di PON XX tahun 2021 di Papua supaya dapat dipertandingkan di provinsi lain.

Namun begitu, nomenklatur tetap PON XX/2021 Papua. Selain itu, diputuskan juga usulan Komisi B yakni, Provinsi Aceh dan Sumatera Utara menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI pada tahun 2024, sebagaimana tahun Olimpiade dihelat.

PON Remaja juga dibahas pada Pleno II, penyelenggaraannya akan bergantung pada keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Keputusan lainnya yang berasal dari Komisi B adalah agar KONI Provinsi yang mampu menggelar Pelatda supaya juga membantu Pelatnas secara desentralisasi. Baik pada Komisi A dan Komisi B, seluruhnya telah menerima dengan baik laporan pelaksanaan program kerja KONI Pusat tahun 2019. Bahkan, program kerja tahun 2020 juga diterima dengan baik oleh peserta Rakernas dalam Pleno II.

Rakernas kali ini juga memutuskan kebijakan terkait Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub). Peserta sepakat dengan nama-nama yang diusulkan Ketua Umum KONI Pusat sebagai pimpinan Musornaslub. Mereka yang mendapatkan amanat antara lain, Soedarmo sebagai wakil KONI Pusat yang memimpin, KONI DKI Jakarta, KONI Riau, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB.TI) dan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB.PASI).

Di akhir Rakernas, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman berharap agar KONI Provinsi dapat meniru kerja sama yang dilakukan KONI Pusat dengan Kemenpora. “Kerja sama antara Kemenpora dan KONI Pusat dalam MoU untuk pembinaan dan pengawasan olahraga prestasi diharapkan bisa dilakukan KONI Provinsi juga.”, katanya.

Marciano juga menyinggung Hari Olahraga Nasional setiap tanggal 9 September. “Momentum Hari Olahraga Nasional ada tiga tema yaitu sports science, sport tourism dan sport industry, itu jadi perhatian dalam pembinaan olahraga prestasi berkelanjutan jadi harus disambut baik dan tercipta sinergi yang utuh.”jelas Marciano.

Artikel Terkait

Rakerprov, Ajang Evaluasi dan Persiapan Menuju PON Aceh-Sumut

Bams

PON XX, Dewan Hakim Harus Tegakkan Keadilan

Bams

Kabar Baik PON XX, Penonton Boleh Nonton

Bams

PON XX Papua Diikuti 7.066 Atlet

Bams

PON XX Papua Jadi Tolak Ukur Pembangunan Prestasi Olahraga Nasional

Bams

PON XX akan Sukses Seperti Olimpiade Tokyo

Bams

Ketua Umum KONI: PON XX Sesuai Rencana

Bams

34 KONI Provinsi Ikut Bimtek Sistem Aplikasi PON

Bams

Koni Pastikan PON XX Papua Pertandingkan 37 Cabor

Bams