Pasific Pos.com
Sosial & Politik

HKTI Papua berharap DPN HKTI Memiliki Program Yang Menggigit Kepada Petani di Daerah

Ketua HKTI Kabupaten Jayapura, Basuki dan Ketua HKTI Kabupaten Sarmi, Marcos Kopong LB serta para anggota saat melakukan foto bersama usai mengikuti Rakernas dan menyaksikan pelantikan DPN HKTI secara virtual di Hotel Horison Jayapura, Sabtu (26/12).
Yanni : Dibawa Kepemimpinan Bang Fadli Zon, Semoga Petani Bisa Lebih maju, Lebih Jaya dan Sejahtera

 

Jayapura – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jayapura, Basuki bersama Ketua HKTI Kabupaten Sarmi, Marcos Kopong LB mendapat mandat dari Ketua DPD HKTI Provinsi Papua Yanni SH untuk mengikuti Rakernas sekaligus menyaksikan pelantikan DPN HKTI yang digelar secara virtual atau on line di Hotel Horison Jayapura, Jumat (26/12), siang.

Ketua HKTI Kabupaten Sarmi, Basuki mengatakan, setelah dilantiknya pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) yang baru dilantik ini, yang diketuai oleh, Dr. Fadli Zon, SS. MSc, pihaknya berharap kedepan HKTI ini betul-betul bisa langsung bermanfaat atau bisa langsung ada efeknya yang baik terhadap kepengurusan. Baik ditingkat provinsi maupun kabupaten.

Lanjut dikatakan, dengan kehadiran dari pada kepengurusan HKTI ini betul-betul dapat bisa dirasakan oleh petani, khususnya petani yang ada di Papua.

“Jadi dengan kepengurusan HKTI ini, kami juga berharap kedepan program program dari pada pengurus DKN, DPD maupun DPC HKTI ini bisa membantu kepentingan para petani. Baik itu dalam penyiapan-penyiapan bibit, pupuk maupun bagaimana untuk memasarkan hasil-hasil pertanian. Sehingga apa yang dikerjakan oleh petani ini betul betul berhasil dan betul-betul bisa memakmurkan dari pada masyarakat petani,” kata Basuki yang juga sebagai Sekretaris Komis C DPRD Kabupaten Jayapura dan didampingi Ketua HKTI Kabupaten Sarmi, Marcos Kopong LB ketika ditemui Pasific Pos usai mengikuti Rakernas dan pelantikan DPN HKTI Periode 2020 – 2025 secara Virtual di Hotel Horison Jayapura, Jumat (26/12).

Apalagi kata Basuki, memang masih ada diantara salah satu dari mereka (Petani) tidak berjalan dengan baik. Misalnya, penanganan tentang pemasaran hasil pertanian.

“Seperti yang saat ini terjadi di Kabupaten Merauke, itu kurang lebih ada 60 ton beras yang sampai dengan saat ini kemungkinan itu tidak akan terjual. Mengingat kapasitas pembelian dari pada Bulog itu sangat terbatas,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan kondisi seperti itu otomatis petani yang jadi rugi. Karena hasil panen mereka tidak bisa terjual.

“Dengan kondisi yang seperti ini, kami berharap DKN HKTI bisa ikut campur dalam urusan ini. Entah dengan cara sistim apa pun atau mengkondisikan dengan pengusaha mana pun, yang penting bagaimana caranya hasil petani itu bisa terjual semua dengan baik. Jadi itu solusinya harus bekerja sama dengan pihak-pihak lain,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Jayapura ini.

Mengingat lanjut Basuki , pemerintah sendiri tidak mampu, disebabkan karena keterbatasannya. Entah itu gudangnya ataupun anggaran pemerintah itu sendiri untuk pembelian dari pada hasil pertanian masyarakat.

“Dalam kesempatan ini sekali lagi kami berharap DPD HKTI Provinsi Papua dengan DKN HKTI untuk tetap memiliki program yang sangat menggigit kepada daerah-daerah dan memberikan apresiasi yang sebaik baiknya kepada para petani. Mudah-mudahan dengan kemakmuran para petani ini bisa mengangkat dari pada kondisi ekonomi masyarakat petani itu sendiri,” harapnya.

Hal senada, Ketua HKTI Kabupaten Sarmi, Marcos Kopong LB juga berharap, dengan hadirnya HKTI di Papua, negara bisa lebih memperhatikan petani yang ada khususnya di Papua.

Pasalnya kata Marcos yang juga sebagai Wakil Ketua II DPRD Sarmi, pemerintah pusat sering menomor duakan Papua dari segala aspek terlebih khusus petani.

Sementara itu, ditempat terpisah, Ketua DPD HKTI Provinsi Papua, Yanni SH mengatakan, meskipun di tingkat nasional sempat terjadi perbedaan karena terjadi dualisme kepemimpinan, namun dirinya berharap tetap bersatu untuk kerukunan tani Indonesia, karena semua tujuannya baik.

Kata Yanni, sesuai demgan namanya, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, sehingga HKTI untuk kebesaran Pertanian di bidang Ketahanan Pangan juga tidak terlepas dari pada Pertanian serta tehknologi tapi juga bagaimana kontibusi dari pada pemerintah kepada para petani itu. Sehingga petani juga bisa mendapatkan satu jaminan.

“Jaminannya itu kalau dia bertani dan dia menanam harus ada jaminan terkait dengan pemasarannya. Jadi jangan nanti
hanya tanam-tanam lantas siapa yang beli, itu juga menjadi satu persoalan.
Terus kemudian kalau menanam tapi kalau mereka tidak dibekali oleh pengetahuan dan tehknologi. Apalagi sekarang di dunia pertanian ini kan sangat maju bahkan tanpa tanah pun orang bisa menanam sayur yang luar biasa, yang istilahnya Hidroponik” ujar Yanni.

Menurutnya, kemajuan-kemajuan seperti ini artinya di tempat yang memiliki lahan memadai seperti di Papua itu potensi yang sangat luar biasa.

“Dimana saya menemukan banyak sekali sayu-sayur tanpa diberikan pupuk tapi sangat banyak dan sangat subur. Jadi apa saja yang di tanam dapat berbuah dan sangat luar biasa yang tidak dimiliki di tempat lain,” ucapnya.

Selain itu lanjut Yanni, tehknologi itu juga sangat penting untuk membantu para petani, bagaimana satu hektar sawah itu bisa menghasilkan berapa ton Gabah.

“Inikan bukan karena tidak bisa dikelolah secara tradisional lagi karena rata rata para petani kita itu, saya pikir perlu diberikan pengetahuan tentang jenis- jenis bibit unggul dan bagaimana supaya dalam waktu yang singkat dan dalam kondisi yang sulit seperti ini, tetapi masih bisa mengasilkan hasil tanaman yang bagus,” ujar Yanni.

Dan salah satu yang sangat bagus juga perlu dikembangkan kata Yanni adalah Sorgum. Sorgum ini sejenis beras atau padi hanya dia lebih tahan hidup di kondisi tanah yang sulit atau kering yang dimana curah hujannya sedikit.

“Sorgum ini juga sangat bagus dan itu luar biasa kalau bisa di publikasikan atau di sosialisasikan kepada masyarakat kita untuk mencoba, selain beras tapi juga mencoba Sorgum. Saya kebetulan diberikan bibitnya dan setelah tahun baru ini, saya akan mengundang para petani dan akan memberikan benih Sorgum kepada para petani-petani itu karena potensinya yang luar biasa, ini hanya da di Papua. Ini sangat tepat sekali kalau Menhan RI, Bapak Prabowo Subianto juga melirik untuk pertanian dan tahanan pangan di Papua,” tuturnya.

Menurut Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua ini, di Papua bukan hanya berbicara soal beras, tetapi juga ada kopi yang terbaik dan tidak ada di negara manapun tapi hanya ada di Papua. Bahkan kopi yang termahal dan yang paling bagus itu ada di Kabupaten Puncak Jaya.

“Kebetulan saya orangnya peminum kopi tapi saya tidak hapal semua nama jenis kopi. Jadi kopi yang terbagus di Inonesia itu menurut saya hanya ada di Papua bukan di tempat lain. Baik yang ada di Puncak Jaya, Paniai, Wamena termasuk di Kepulauan Yapen yaitu terkenal dengan kopi Ambaidiru. Di Papua itu tanam apa saja dia bisa menjadi tanaman yang luar biasa karena struktur tanahnya yang begitu subur. Jadi potensi-potensi ini memang harus dikembangkan sebagai Ketahanan Pangan dari Papua. Bukan hanya hutannya, lautnya juga bukan hanya energi pertambangan tapi potensi pertanian yang menurut saya juga ada di Provinsi Papua,”ungkap Yanni.

Bahkan kata Yanni, jika berbicara tentang beras, Kabupaten Merauke yang dikenal sebagai kota lumbung padi telah terjadi over produksi disana.

“Nah berbicara soal beras, baru-baru ini saya ke Merauke, disana saya banyak mendengar dari kader-kader Gerindra termasuk beberapa tokoh masyarakat yang ada disana, dimana mereka menyampaikan bahwa di tahun 2020 ini terjadi over produksi di Kabupaten Merauke. Produksinya melampaui batas, sementara saat ini mereka mengalami kesulitan untuk pemasaran. Dan yang diterima oleh Bulog juga terbatas. Jadi ada 60 ribu ton beras. Itu data yang lalu ya dan saya pikir data itu bisa saja berubah bertambah banyak,” ujar Yanni.

Menurut Yanni, beras ini harus pikirkan bersama-bersama, untuk bagaimana pemasarannya dan di distribusikan kemana dan harus ada regulasi yang berpihakan kepada para petani lalu kemudian dibantu dengan subsidi di angkutannya. Sebab di Kota Jayapura banyak beras-beras yang dari provinsi lain.

Untuk itu kata Yanni, kenapa kita tidak stop saja datangkan beras dari provinsj lain dan kita manfaatkan produksi yang ada di Provinsi Papua di kabupaten kita.
Dengan begitu kita dapat menolong para petani, uang berputar disana dan ekonominya juga baik, kesejahteraan petani ini juga baik. Otomatis berimbas kepada keamanam setempat.

“Kalau semua hidup serba berkecukupan, saya pikir hal hal yang negatif itu seperti keamanan dan lain-lain juga akan dengan sendirinya menjadi aman dan nyaman. Hal itu sangat penting di kondisi pandemi covid seperti ini, dimana ekonomi kita mengalami suatu krisis dan perubahan yang begitu drastis, tetapi soal pertanian itu dia tetap menjadi suatu yang sangat unggul untuk menopang pemerintahan kabupaten maupun provinsi. Jadi produksi di dalam Papua itu sendiri, saya pikir harus mendapat prioritas dan di berikan perlindungan kepada para petani. Bukan hanya beras tapi juga ada kopi, coklat dan juga Sorgum,”tukasnya.

Yanni menambahkan, setelah pelantikan kemarin, kami pum berharap HKTI dibawa kepemimpinan bang Fadli Zon ini, semoga petani bisa lebih maju, lebih jaya dan sejahtera serta semua yang ada di HKTI benar benar kami terpanggil untuk mengambil bagian penting di pertanian. Karena pertanian juga merupakan sesuatu yang sangat penting untuk mendongkrak pembangunan, baik di provinsi maupun di kabupaten.

“Jadi sekali lagi kami menyampaikan selamat dan sukses atas pelantikan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI bang Fadli Son serta semua pengurus HKTI Periode 2020 – 2025, dan juga Rakernas pertama untuk kami semua se- Indonesia. Selain itu juga kami berencana akan mengundang pak Fadli Zon datang ke Papua untuk pelantikan DPC-DPC HKTI kabupaten-kabupaten. Mudah-mudahan beliau bisa datang di bulan Januari atau paling lambat di bulan Februari 2021 nanti,” tutup Srikandi Gerindra Papua ini.

Artikel Terkait

Merauke Launching Petani Millenial

Bams

Alfons : Fokus Perhatikan Kesejahteraan Petani

Arafura News

Petani Wasur Keluhkan Bibit Yang Gagal Tumbuh

Arafura News

Ketika Wakil Rakyat Di Senayan Menyapa Petani Sayur Kota Rusa

Arafura News

Petani Sayur Ungkapkan Rasa Bahagia

Arafura News

Terkait Pembukaan Kebun Petani Kopi Kampung Seed Agung

Arafura News

Jagung Kering Keerom Segera Dikirim ke Blitar

Bams

Waket I DPR Papua Hadiri Pesta Panen Raya di Kebun Covid-19 Sentani

Tiara

Kolaborasi Dengan Pihak Kementerian, Staf Khusus Presiden Ini Ikut Menciptakan Petani Milenial

Arafura News