Gubernur Tantang OPD Papua Ekspor Komoditas Unggulan ke Luar Negeri

Jayapura,- Gubernur Papua, Matius Fakhiri menantang seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua untuk tidak hanya bergantung pada ekspor kayu olahan, tetapi juga mendorong komoditas unggulan lain agar dapat menembus pasar internasional.

Tantangan tersebut disampaikan Gubernur saat melepas ekspor kayu olahan menuju Shanghai, China, di Pelabuhan Jayapura, Selasa kemarin.

Menurutnya, Papua memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, sehingga potensi ekspor tidak boleh terfokus pada satu sektor saja.

“Papua kaya akan sumber daya alam. Ke depan, bukan hanya kayu, tetapi ikan, kakao, dan komoditas lain juga harus mampu kita ekspor. Ini demi peningkatan pendapatan bagi pemerintah dan terutama masyarakat,” tegas Gubernur Fakhiri.

Gubernur menegaskan bahwa ekspor kayu olahan dari Jayapura langsung ke China menunjukkan kemajuan Papua. Jika sebelumnya Papua lebih sering mengekspor bahan mentah,

Hal ini selaras dengan misi Papua Produktif yang menekankan pertumbuhan ekonomi yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.

Gubernur menegaskan bahwa seluruh inisiatif pembangunan harus menempatkan masyarakat sebagai pusat pertumbuhan.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku industri kayu yang telah meningkatkan kualitas produksi dan menjaga legalitas serta keberlanjutan bahan baku. Sinergi dengan masyarakat adat juga sangat penting karena merekalah penjaga hutan dan kekayaan alam Papua,” ujarnya.

Gubernur mengingatkan agar seluruh pengelola hutan menghormati hak-hak masyarakat adat dan menjalankan aktivitas usaha dengan cara yang benar. Ia juga meminta agar limbah industri seperti ampas kayu dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat.

“Saya titip, jangan main-main dengan masyarakat adat. Mereka punya hak. Limbah kayu pun harus dimanfaatkan untuk mendukung ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Fakhiri menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, institusi teknis, dan mitra internasional yang telah mendukung realisasi ekspor. Kolaborasi lintas sektor dan negara disebut sebagai wujud nyata dari misi Papua Cerdas, yang mengedepankan tata kelola modern dan peningkatan kualitas produksi.

“Bekerja sama dengan mitra dagang di Shanghai tidak hanya membuka pasar baru, tetapi juga memperkuat kepercayaan dunia terhadap produk Papua dan memberikan ruang pembelajaran bagi pengembangan industri ke depan,” jelasnya

Related posts

Kronologi Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pencurian Toko

Fani

Gebrakan 100 Hari, Presiden Prabowo Resmikan 37 Proyek Ketenagalistrikan Nasional

Fani

Cerdaskan Seluruh Masyarakat Papua, Mari-Yo Siapkan Program Kartu Khusus

Jems

Lantik Dua Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua Selatan, Gubernur Tegaskan Ini

Bams

Tingkatkan SDM Pedalaman Papua, Belajar Bersama Yakop Putih

Fani

Freeport Serahkan Dapur Mandiri dan Konsentrator Oksigen untuk Rumah Sakit Waa Banti

Bams

Leave a Comment