Fokus Lengkapi Administrasi dan Kelola Aset untuk Tingkatkan PAD, Ketua Bawas Apresiasi Direksi Perusda Baniyau

SENTANI — Ketua Badan Pengawas (Bawas) Perusahaan Daerah (Perusda) Baniyau Kabupaten Jayapura, Ester Yaku, menegaskan bahwa tugas utama Bawas adalah membantu bupati dalam melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh pengurusan serta pengelolaan perusahaan daerah.

 

Hal itu disampaikannya saat menjelaskan perkembangan kerja Bawas dan direksi Perusda Baniyau sejak dilantik pada November 2025 lalu.

 

“Kami bertugas membantu bupati untuk mengawasi pengelolaan perusahaan daerah Baniyau sesuai SK yang diberikan kepada kami,” ujarnya saat ditemui di Sentani, Senin (25/5/2026).

 

Ia menjelaskan, susunan Bawas Perusda Baniyau terdiri dari dirinya sebagai Ketua Bawas, Roby Tabuni sebagai Sekretaris Bawas, dan Elipas Kobak sebagai anggota.

 

Menurut Ester, sejak dilantik pihaknya belum langsung menjalankan aktivitas usaha, melainkan lebih dahulu fokus melengkapi seluruh dokumen administrasi perusahaan agar Perusda memiliki dasar hukum dan administrasi yang kuat sebelum beroperasi.

 

“Kami tidak bisa langsung bekerja. Kami harus melengkapi dokumen-dokumen administrasi supaya perusahaan daerah ini siap berjalan dan bisa mengelola pendapatan daerah,” katanya.

 

Ia menyampaikan, salah satu tahapan penting yang telah dilakukan yakni penyerahan aset dari pengurus lama Perusda kepada pengurus baru pada 24 Mei 2026.

 

Selain itu, direksi dan Bawas juga telah melakukan penandatanganan akta perubahan nama pengurus di hadapan notaris Dr. Haji Tri Mulyadi pada Jumat, 22 Mei 2026.

 

“Akta perubahan nama pengurus ini menjadi dasar legalitas bagi kami untuk menjalankan perusahaan daerah ke depan,” jelasnya.

 

Ester juga memberikan apresiasi kepada direksi baru Perusda Baniyau yang dipimpin Direktur Utama Mulyono karena tetap bekerja maksimal meskipun hingga kini belum menerima dukungan operasional maupun penyertaan modal dari pemerintah daerah.

 

“Saya memberikan apresiasi kepada direksi karena walaupun belum ada operasional dan penyertaan modal, tetapi mereka tetap bekerja maksimal mengurus seluruh kelengkapan administrasi sampai penandatanganan akta perubahan bisa terlaksana,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan sejumlah aset yang telah resmi diserahkan kepada Perusda, di antaranya tiga papan baliho ukuran 5×10 meter serta tiga sertifikat tanah milik Pemerintah Kabupaten Jayapura yang telah dibalik nama atas nama Perusda.

 

“Aset-aset ini yang akan kami kelola untuk menghasilkan pendapatan daerah. Walaupun kondisi keuangan daerah saat ini terbatas, kami tetap berpikir bagaimana aset yang ada bisa dimanfaatkan untuk memberikan PAD bagi Kabupaten Jayapura,” katanya.

 

Ia berharap seluruh proses administrasi yang telah diselesaikan menjadi langkah awal bagi Perusda Baniyau untuk segera beroperasi secara maksimal dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Related posts

Negara Hadir di Akar Rumput: Bakti Sosial di Kampung Asei Besar Jadi Bukti Nyata Kepedulian Pemerintah

Jems

Bupati Jayapura Dorong Peningkatan PAD

Bams

Bersama Wakil Bupati Jayapura, Kakanwil Kemenag Papua Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kelenteng

Fani

Polres Jayapura Limpahkan Tersangka Kasus Perlindungan Anak ke Tahap Penuntutan

Fani

Pengendara Sepeda Motor Alami Kecelakaan Akibat Pohon Tumbang

Jems

Operasi Patuh Cartenz 2024 Polres Jayapura Didominasi Pelanggaran Tidak Menggunakan Helem

Jems

Leave a Comment