Populerkan Lagi Permainan Dan Kuliner Tradisional, SDIT Permata Bunda Edukasi Siswa Di Hari Anak Nasional
MERAUKE-Hari Anak Nasional ke-42 pada 23 Juli 2026 dengan tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” turut diperingati oleh keluarga besar SDIT Permata Bunda Merauke dalam konsep yang sangat menarik juga mendidik. Guru sekolah tersebut mengajak siswa bermain berbagai permainan tradisional Indonesia di halaman sekolah serta memperkenalkan kuliner tradisional khususnya kue- kue.
Suasana begitu meriah karena guru juga ikut bermain bersama siswa yang begitu antusias. Di tengah maraknya permainan moderen yang diadaptasi dari negara luar, penting sekali untuk memperkenalkan permainan khas negeri sendiri agar tidak semakin tergerus dan dilupakan anak-anak.
Kepala Sekolah SDIT Permata Bunda, Alif F.Kurniawan kepada wartawan mengemukakan, melalui permainan tradisional dan makanan tradisional diharapkan dapat mengedukasi siswa agar tidak melupakan ciri khas negara sendiri. Adapun beberapa jenis permainan yang diajarkan antara lain domikado, layang-layang, engklek, ular naga, lompat tali dan lempar kaleng.
Tidak hanya bermain, guru juga melombakan permainan tersebut sehingga semakin meningkatkan semangat siswa. Sedangkan untuk makanan tradisional, guru meminta orang tua agar menu bekal yang dibawa anak berupa kue-kue tradisional sehingga siswa semakin mengenali kuliner Indonesia. Siswa juga diminta untuk mempresentasikan kue yang dibawa di hadapan guru sehingga pengetahuan mereka juga bertambah.
“Khusus pada Hari Anak Nasional, kegiatan belajar mengajar kita ubah konsepnya dengan memperkenalkan makanan dan permainan tradisional dari Indonesia. Setiap tahun kegiatan yang digelar berbeda-beda agar makna Hari Anak benar-benar terasa. Tahun ini dilaksanakan lebih meriah dengan mengusung konsep yang lebih luas,”terangnya.
Ia mengungkapkan, pada peringatan Hari Anak Nasional tahun lalu hanya berupa cerita dan memberikan waktu khusus untuk ayah dan anak di dalam kelas. Tahun ini lebih fokus kepada anak dengan bermain permainan tradisional yang dulu juga pernah menjadi permainan favorit orang tuanya.
“Jadi konsep setiap tahun berbeda-beda namun memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengedukasi dan memberikan sesuatu yang spesial kepada anak Indonesia di harinya mereka. Ini perlu dihidupkan karena peringatan secara masiv masih tergolong minim,”ujar Alif.
Ia menegaskan, Indonesia Emas akan tercapai ketika tumbuh kembang anak betul-betul dijaga, fase demi fase. Alif mengharapkan para orang tua lebih memperhatikan tumbuh kembang anak dan kehadiran sosok ayah juga menjadi penting dalam ikut mendampingi perkembangan buah hati.
Di hadapan anak harus dapat berperan sebagai orang tua yang membesarkan anak, baik fisik/jasmani, pola pikir maupun mental. Ketiga hal ini menjadi modal besar agar anak bisa survive ketika orang tua sudah tidak bersama mereka dan tidak lagi menaungi kehidupan mereka.(Iis)
