Suara Anak Papua, Minta Perlindungan, Pendidikan dan Layanan Kesehatan yang Layak
Jayapura,– Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Provinsi Papua berlangsung meriah di halaman Kantor Gubernur Papua, Kamis (23/7/2026).
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan diisi dengan Fun Walk Identity sebagai kampanye pemenuhan hak anak serta telekonferensi yang menghubungkan anak-anak dari berbagai kabupaten dan kota di Papua.
Momentum tersebut menjadi wadah bagi anak-anak Papua untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah.
Melalui Forum Anak Papua, perwakilan anak-anak menyampaikan lima harapan utama yang dinilai penting untuk mewujudkan generasi Papua yang sehat, cerdas, dan terlindungi.
Pertama, anak-anak Papua meminta pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan seluruh pihak terkait untuk memberikan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan perundungan (bullying).
Kedua, mereka meminta adanya kerja sama antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan keluarga dalam mendampingi penggunaan telepon genggam agar anak-anak terhindar dari konten negatif, kecanduan gawai, dan kejahatan daring.
Ketiga, Forum Anak Papua meminta pemerintah menyediakan fasilitas dan layanan kesehatan yang gratis serta berkualitas hingga menjangkau daerah-daerah terpencil sehingga seluruh anak Papua dapat tumbuh sehat.
Keempat, mereka berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan memberikan akses pendidikan yang gratis dan layak bagi anak terlantar, anak putus sekolah, anak penyandang disabilitas, serta anak yang berhadapan dengan hukum.
Kelima, anak Papua menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas umum yang aman, nyaman, dan ramah anak, termasuk bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen mengakui bahwa layanan bagi anak di Papua masih perlu terus ditingkatkan.
Namun, menurutnya pemerintah berkomitmen menjadikan pemenuhan hak anak sebagai bagian penting dari agenda pembangunan daerah.
“Memang benar masih ada berbagai layanan yang belum maksimal. Namun pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus berupaya menghadirkan program-program yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, pelayanan sosial, serta perlindungan anak,” ujar Aryoko.
Ia menegaskan bahwa komitmen pemerintah terhadap pembangunan anak telah tertuang dalam visi dan misi kepala daerah yang akan dijalankan melalui berbagai program strategis selama lima tahun ke depan.
Menurutnya, investasi pada anak merupakan langkah penting dalam menyiapkan generasi Papua yang unggul dan berdaya saing.
Hal senada disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait. Ia menekankan bahwa pembangunan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah tetapi juga organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dunia pendidikan, dan keluarga.
Menurut Christian, berbagai kebutuhan dan persoalan anak yang muncul dari daerah akan menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ny. Efi Aryoko Rumaropen, mengatakan pihaknya terus mendukung berbagai program perlindungan dan pemberdayaan anak.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan seluruh mitra pembangunan dapat semakin diperkuat demi menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Kita ingin menyiapkan Generasi Emas Papua dan Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Karena itu perlindungan serta pemenuhan hak anak harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Mewakili pemerintah kabupaten dan kota se-Papua, Bupati Jayapura Yunus Wonda menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Ia mengungkapkan bahwa mulai tahun depan Pemerintah Kabupaten Jayapura akan mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk program pengembangan SDM anak-anak, baik di wilayah perkotaan maupun kampung-kampung.
