Festival Etnik Religi Tolikara Berakhir, Berlangsung Kondusif
TOLIKARA,- Festival Etnik Religi Kabupaten Tolikara Tahun 2026 dengan tema “Merawat Budaya – Menguatkan Iman – Membangun Tolikara” resmi ditutup oleh Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., Kamis (13/8), bertempat di Lapangan Pendidikan Distrik Karubaga.
Kegiatan hari kedua diikuti sekitar 250 orang dan diisi dengan Parade Budaya, pertunjukan kolosal ukulele oleh 150 pelajar, penyerahan uang pembinaan, hiburan, serta atraksi paralayang dari Polres Tolikara.
Turut hadir Wakil Bupati Tolikara Yotam Wonda, S.H., M.Si.; Dandim 1716/Tolikara Letkol Inf Derek S. Rumbino; Kapolres Tolikara Kompol Robert Hitipeuw, S.H., M.H.; Pdt. Jemy Korewa, S.Th. selaku Ketua DPP Urusan HAM GIDI; Mickael Dandirwalu, S.Th. selaku Kepala Kantor Kemenag Tolikara; serta para pejabat OPD Pemerintah Kabupaten Tolikara.
Dalam sambutannya Bupati Willem menyampaikan bahwa Festival Etnik Religi menjadi momentum untuk mengenang sejarah, menjaga identitas budaya, memperkuat iman, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap alam dan lingkungan.
Pelaksanaan festival selama dua hari berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, panitia, Pemerintah Kabupaten Tolikara, serta aparat TNI dan Polri yang bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk terus merawat budaya, menguatkan iman, mempererat persatuan, serta membangun Tolikara yang religius, berbudaya, mandiri, adil dan sejahtera.(iis)
