Pasific Pos.com
Kota Jayapura

BWS Papua Sosialisasi Pengembangan Tata Guna Air Bagi Para Petani

BWS Papua

JAYAPURA – Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Papua, menggelar Sosialisasi Pengembangan Tata Guna Air (PTGA) bagi para petani yang berlangsung sehari di salah satu hotel di Kota Jayapura Selasa, (28/07/2020).

Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan Narasumber dari Direktoran Bina OP Kementerian PUPR, Ir. Arief Rahman, MT dan Ir. Sasy Wijiyanto, MT.

Kepala Balai Sungai Wilayah (BWS) Papua Nimbrot Rumaropen ST. MT mengatakan, tujuan kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman para perkumpulan petani pengguna air atau kelompok-kelompok tani.

Dimana, kami fokus untuk daerah irigasi di Koya, Kota Jayapura. “Memang sesudah masa new normal kami coba untuk melaksanakan kegiatan Sosialisasi ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19,” kata, Rumaropen.

Dikatakan, sosialisasi ini juga untuk meningkatkan pemahaman petani tentang bagaimana penggunaan tata air guna. Di mana pengembangan dan pengelolaan air irigasi yang bertujuan untuk pemanfaatan air di bidang pertanian yang diselenggarakan secara partisipatif, terpadu berwawasan lingkungan, transparan, akuntabel, berkeadilan dengan mengutamakan peran serta masyarakat maupun perkumpulan pemakai air.

“kegiatan ini sudah dijadwalkan oleh kementerian PUPR melalui direktorat sumber daya air khususnya di bidang operasi dan pemeliharaan,” terangnya.

Lanjutnya, pihaknya bukan hanya membangun jaringan-jaringan air saja tapi kami juga membina petani-petani, yang akan memanfaatkan air tersebut. Pemanfaatan air itu kita tahu, bahwa air jumlahnya sangat terbatas.

“Jadi kalau tidak di atur dengan baik pasti akan ada konflik ditengah masyarakat, karena kita tahu di daerah irigasi Koya bukan hanya irigasi padi saja, tapi juga ada kolan ikan juga,” ungkapnya.

“Kami harapkan dengan adanya kegiatan ini para petani, bisa menggunakan air lebih baik lagi kedepan,” bilangnya.

Menurutnya, para penani harus lebih efisien dalam penggunaan airnya, dalam mengoperasikan pemanfaatan air dari saluran yang benar-benar bermanfaat dan tidak terbuang dengan percuma. Karena kita tahu banyak air, tapi kadang-kadang air yang masuk ke saluran berkurang.

“Ini yang sudah kami adakan pemantauan, apakah itu karena saluran yang bermasalah atau apakah saluran yang penggunaan airnya yang tidak tepat. Atau mungkin ada yang membuka pintu air terlalu, banyak sehingga habis di hulu dan tidak sampai ke bagian bawah sehingga dengan adanya kegiatan ini, diharapkan petani-petani lebih paham bagaimana cara mengatur air untuk irigasi,” bebernya.

Artikel Terkait

PON XX, Kementerian PUPR Bangun 15 Rusun

Bams

Bupati Mathius Sebut Berkebun Hendaknya Jadi Solusi di Masa Covid-19

Jems

Pemerintah Diminta Bagikan Bibit Pangan Lokal ke Masyarakat

Tiara

Selama Pandemi Covid-19, Pemerintah Dianjurkan Beli Beras dari Petani Merauke

Tiara

Wagub : Manfaatkan Produk Lokal Selama Pandemi Corona

Bams

DPR Papua Sarankan, Pemda Wajib Beli Hasil Kebun Masyarakat

Tiara

Peduli Covid-19, DPR Papua Borong Hasil Kebun Petani OAP

Tiara

Bupati : Petani Adalah Pahlawan Pangan

Arafura News

Pasca Dilantik, BUMD Malind Kanamin Siap Bekerja

Arafura News