Bupati Mimika : Dana Kampung Diprioritaskan Untuk Penanganan Stunting

Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob meminta agar pemerintah kampung harus memprioritaskan pendanaan untuk menangani stunting serta bekerja langsung.

“Kasus stunting di Mimika mencapai 24,1 persen dan stunting tingkat nasional 21,5 persen. Ini menunjukkan bahwa kita masih lebih tinggi,” ujarnya.

Menurut Johanes Rettob, untuk menurunkan angka ini maka semua pihak harus turut berpartisipasi, baik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun stakeholder lainnya.

“Jadi semua pihak baik OPD, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan lainnya, dapat berkontribusi bagi daerah dengan berpartisipasi menangani anak stunting melalui dana CSR,” ujarnya.

Dia menjelaskan realisasi penanganan stunting pada 2023 hanya berada pada kisaran 0,1 persen, ini masih sangat minim.

“Angka realisasi stunting sangat minim sekali dan di luar dari ekspektasi, kedepannya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika harus lebih memprioritaskan penanganan stunting,” ujarnya.

Dia berharap pada 2024 stunting turun ke angka 14 persen, maka pemerintah distrik dan kampung harus menggelar aksi komprehensif, melalui pendekatan sasaran prioritas pada 58 kampung.

“Kampung juga harus bisa bekerja langsung di lapangan guna menurunkan angka stunting di Kabupaten Mimika,” ujarnya

Related posts

BEI Sebut Generasi Muda Dominasi Investor Saham di Papua

Fani

Sebanyak 284 Siswa SMP Negeri Buti Merauke Dapat Makan Bergizi Gratis

Fani

Jurnalis Berbagi, Salurkan Tali Kasih ke Panti Asuhan dan Ponpes di Papua

Fani

Pemerintah Cabut Izin 4 Perusahaan Tambang di Raja Ampat, Hanya PT Gag Nikel yang Legal

Fani

Ny. Nova Gebze: Pengelolaan BOP PAUD Harus Transparan

Bams

DPR Papua Minta Prioritaskan Pasien Cuci Darah Harus Terlayani

Bams

Leave a Comment