Keluarga Korban KKB Beberkan Penderitaan Selama Penyanderaan
Mimika – Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, mengatakan keberhasilan evakuasi tersebut merupakan hasil kerja bersama yang mengutamakan keselamatan korban serta menjaga kondusivitas kamtibmas.
“Prioritas kami adalah memastikan korban dapat dijemput dan dievakuasi dengan selamat. Komunikasi dengan semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas kamtibmas,” kata Kaops.
Dalam proses ini dibutuhkan koordinasi dan kesabaran karena kondisi medan serta cuaca menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan. Setelah berhasil dievakuasi, kami memastikan korban mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis terlebih dahulu,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.
Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menjelaskan proses evakuasi dilaksanakan secara terukur dengan mempertimbangkan faktor keamanan, kondisi medan, cuaca, serta situasi di lapangan.
“Proses penjemputan tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Kami harus memastikan seluruh aspek keamanan dan keselamatan terpenuhi,” ujar Waka Ops.
“Ketika kondisi memungkinkan, tim langsung melaksanakan evakuasi dan membawa korban ke Timika untuk mendapatkan pemeriksaan medis,” ujarnya menambahkan.
Nelson Mom selaku keluarga korban mengungkapkan bahwa Demerina bersama korban lainnya mengalami kondisi yang sangat berat selama berada dalam penyanderaan.
Menurutnya, para korban disebut tidak mendapatkan makanan selama berada dalam penguasaan kelompok bersenjata.
“Selama dalam penyanderaan, kami mengalami keadaan yang sangat sulit. Kami tidak mendapatkan makanan dan kondisi sangat berat. Kami bersyukur Demerina sekarang sudah berhasil dijemput dan bisa mendapatkan pemeriksaan di Timika,” ujar Nelson.
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan tujuh korban lainnya agar segera menyampaikannya kepada aparat keamanan atau pihak berwenang.
Masyarakat juga diminta tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan para korban maupun warga lainnya.
Keberhasilan evakuasi Demerina menjadi bagian dari komitmen Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat untuk memberikan perlindungan kepada warga.
Serta menyelamatkan korban yang masih berada dalam situasi tersebut, dengan tetap mengutamakan keselamatan, kemanusiaan, dan koordinasi dengan berbagai pihak.
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026, Polres Mimika Polda Papua Tengah, bersama tokoh masyarakat berhasil menjemput dan mengevakuasi Demerina Uamang (23).
Demerina merupakan satu dari sembilan warga yang sebelumnya menjadi korban penculikan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada 17 Agustus 2026 di Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Demerina berhasil dievakuasi dari Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika, menuju Kota Timika, Senin, 14 September 2026.
Dalam proses tersebut, tim gabungan juga mendapat dukungan dari Ketua MRP Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, serta kepala kampung setempat.
