Buka Rakerda Dan Diklat FORBISDA, Apolo Ingatkan Pengusaha Muda Jeli Lihat Peluang Usaha

MERAUKE,- Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengingatkan para pengusaha untuk jeli melihat peluang  usaha di berbagai sektor  dan tidak terlalu berpatokan pada proyek pemerintah.
Menurutnya, aktivitas perekonomian rakyat sudah ada sejak dulu, jauh sebelum pemerintah ada.  “Ada atau tidak adanya pemerintah, manusia tetap berbisnis atau berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kalau zaman dulu dengan cara barter sampai dengan perdagangan digital seperti sekarang ini,” tegas Apolo dalam sambutannya pada Rakerda dan Diklat Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) BPD HIPMI Papua Selatan di Halogen Hotel, Senin (18/5),
Ia mengungkapkan bahwa proyek pemerintah sangat terbatas apalagi saat ini diperhadapkan dengan efesiensi anggaran. Namun sebenarnya peluang usaha sangat banyak sehingga jika hanya mengandalkan proyek pemerintah tentu akan sulit.
Papua Selatan adalah wilayah yang sangat kaya dan memiliki potensi sumber daya alam serta di berbagai sektor seperti peternakan, perkebunan, perikanan dan pertanian.
Ia mengaku senang menghadiri kegiatan yang berkaitan dengan dunia usaha dan industri karena sangat membantu pemerintah dan masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian.
Dalam hal ini berkontribusi membantu pemerintah dan masyarakat serta menggerakkan roda perekonomian daerah demi mewujudkan cita-cita nasional yaitu memberikan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.  Gubernur juga meminta para pengusaha di tubuh HIPMI untuk merangkul orang asli Papua.
Sementara itu Ketua BPP HIPMI Bidang 7 Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, M. Hadi Nainggolan mengemukakan bahwa kompetensi memiliki arti penting bagi pengusaha. kompetensi harus dilakukan dengan baik sehingga pengusaha yang bersangkutan dapat meraih sukses.
Ia juga mengingatkan tentang pentingnya menyusun program yang bermanfaat bagi kader HIPMI. “Saran saya tidak perlu terlalu banyak, masing-masing bidang fokus membuat 2 atau 3 program sudah cukup. Yang penting mampu berjalan baik dan konsisten,”ujarnya.
Ia menjelaskan, tujuan Diklat adalah melahirkan pengusaha HIPMI yang juga cinta kepada NKRI. Bagaimana pengusaha meningkatkan capacity building dan personal.
FORBISDA sebagai momentum untuk mendapatkan peluang usaha dan networking baru sehingga terjadilah kolaborasi.
Pada kesempatan yang sama,  Ketua Umum BPD HIPMI Papua Selatan, Nickson Pampang mengajak pengusaha muda untuk komit membangun Provinsi Papua Selatan dan empat kabupaten di dalamnya melalui kolaborasi yang baik dengan pemerintah setempat. Tentunya kolaborasi yang dilakukan semata-mata untuk meningkatkan ekonomi di kawasan selatan dengan tetap berpedoman pada visi misi HIPMI.
Nickson menegaskan, pengusaha HIPMI harus naik kelas dan menjadi motor penggerak ekonomi di selatan. “Kita ingin memecah sekat-sekat yang ada di antara pengusaha muda, pengusaha yang baru bertumbuh, pengusaha menengah hingga pengusaha besar untuk maju bersama. Saya yakin dengan keteguhan hati dan semangat gotong royong maka sekat-sekat itu tidak akan ada lagi,”terangnya.(Iis)

Related posts

Satgas TMMD Ukir Logo Eka Paksi di Sarana Air Bersih Kampung Kbusdori

Fani

Pj Bupati Sarmi Pantau Pleno Suara Kabupaten

Bams

Kerjasama Polisi Dan Warga, Timbun Jalan Yang Rusak Parah

Bams

Kepolisian Kawal Ketat Enam Kapal Logistik Menuju Yahukimo

Fani

Fauzun Nihayah Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Kekerasan Perempuan Dan Anak

Bams

Ini Makna Di Balik Program Rutin Berkurban Keluarga Besar SMP Muhammadiyah

Bams

Leave a Comment