Brimob dan Reskrim Diterjunkan, Pengamanan Korowai Diperketat

Boven Digoel – Korowai berada di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan dengan luas wilayah yang sangat besar dan kondisi geografis didominasi hutan lebat.

Jumlah penduduk di kawasan Korowai sekitar 100 kepala keluarga. Fasilitas kesehatan terbatas, hanya terdapat satu sekolah dasar swasta, dan permukiman warga terkonsentrasi di sekitar bandara kecil yang menjadi nadi kehidupan masyarakat.

Di tengah keterbatasan tersebut, Polres Boven Digoel dengan sekitar 300 personel harus mengamankan wilayah yang sangat luas. Tantangan medan dan akses menjadi faktor krusial dalam proses pengejaran pelaku.

Menindaklanjuti arahan pimpinan Polri, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan penambahan kekuatan personel yang didukung Sat Brimob Polda Papua, jajaran Reskrim, serta Polres Yahukimo.

Dari sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap awak pesawat perintis Smart Air pada 11 Februari, dua orang telah berhasil diidentifikasi dan saat ini masih dalam proses pendalaman lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang yang selamat, diperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan pelaku, sementara lainnya membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang. Jenis dan asal senjata api masih dalam proses identifikasi.

Secara umum, kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang dan tersebar dalam beberapa kelompok kecil.

Sejak Januari hingga pekan lalu, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga dilakukan kelompok tersebut, dengan pola aksi yang dinilai bertujuan menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani menegaskan bahwa perlindungan masyarakat sipil menjadi prioritas utama dalam setiap langkah operasi.

“Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti,” tegasnya, Jumat, 13 Februari 2026.

Dalam dua hari terakhir, aparat telah mengamankan empat orang. Dua di antaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga menegaskan bahwa langkah penegakan hukum dilakukan secara terintegrasi dengan pendekatan preventif dan preemtif guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah terdampak.

“Kami tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan. Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ujar Adarma.

Menanggapi narasi yang menyebut para pelaku sebagai warga sipil biasa, Kasatgas Humas menegaskan bahwa setiap penindakan dilakukan berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, serta data yang telah diverifikasi.

“Yang kami amankan adalah pihak-pihak yang teridentifikasi berdasarkan bukti. Klaim bahwa mereka warga sipil biasa adalah narasi yang tidak berdasar. Faktanya, korban dari aksi kekerasan ini justru masyarakat sipil,” jelas Yusuf.

Related posts

Partai Gema Bangsa Papua Beri Dukungan kepada  BTM – CK Dalam Pilgub

Bams

Rancangan KUA-PPAS Resmi Disepakati, Denny Bonai: APBD Papua 2026 Jadi Tantangan Berat

Bams

Laka Maut di Lampu Merah Jayapura, Pengendara Motor Tak Sadarkan Diri Hingga Kini

Fani

Duta Safety Riding Peroleh Beasiswa Pendidikan dari Yayasan AHM

Fani

Pemerintah Salurkan Bantuan Beras, 504 Ribu Keluarga di Papua Jadi Penerima

Fani

Waket I DPR Papua: Pentingnya Peran DPRP dalam Penyusunan RPJMD

Bams

Leave a Comment