Alumni FK UKI Gelar Pengobatan Gratis di Sinokisi Papua

Jayapura – Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (Ikafaked UKI) melaksanakan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat yang dipusatkan di Pantai Sinokisi, Distrik Yokari, Kabupaten Jayapura, Papua pada Minggu (16/6/2024).

Kegiatan bertajuk “Berbakti Untuk Negeri, Melayani Bukan Dilayani” ini diinisiasi oleh Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Teologia (STFT) Gereja Kristien Injili di Tanah Papua (GKI) Izaak Samuel Kijne Jayapura, Pendeta Sientje Latuputty bekerjasama dengan Klasi GKI Tanah Merah Barat.

Ia pun menyebut bahwa bakti sosial yang melibatkan sejumlah dokter spesialis dan dokter umum itu disambut antusias oleh masyarakat yang berada di Distrik Yokari.

“Hal ini menunjukan bahwa masyarakat butuh pelayanan kesehatan,” ujar Sientje di Jayapura, Rabu (19/6/2024).

Sientje pun berharap ada perhatian dari pemerintah daerah terkait penyediaan fasilitas kesehatan lantaran masyarakat ketika mengalami sakit cukup jauh untuk berobat.

Sementara itu, dr. Trajanus Laurens Jembise selaku Pembina Ikatan Alumni FK (Ikafaked) UKI menyampaikan bahwa memilih Sinokisi untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

“Kurang lebih 200 orang termasuk anak-anak telah mendapatkan pelayanan kesehatan yang kami gelar sehari,” ucap Trajanus.

Kurang lebih 15 dokter alumni UKI yang terlibat dalam kegiatan bakti sosial ini diantaranya dokter spesialis bedah tulang, dokter spesialis saraf, dokter spesiali anak, dan dokter umum, salah satunya dr.Alfiona Jesica Lekenila.

Tak hanya pemeriksaan kesehatan, para dokter juga menganjurkan masyarakat jika mengalami sakit, sebaiknya berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.

Ketua Panitia Bakti Sosial Ikafaked UKI, dr. Rony Parlindungan Sinaga mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan di Sinokisi ditemukan beberapa penyakit, antara lain trauma.

“Mata pencaharian penduduk setempat bekerja sebagai nelayan, sehingga beberapa penyakit yang diderita masyarakat khususnya bedah seperti trauma pada kaki dan mata,” jelas Rony.

“Sementara, dibidang ortopedi lebih banyak kasus athritis atau nyeri sendi. Untuk penanganan dokter umum lebih banyak kasus darah tinggi, kolesterol dan gula darah tinggi,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, sebut Rony, pasien diberikan obat secara gratis sesuai penyakit yang dideritanya. (Zul)

Related posts

Selandia Baru Lanjutkan Program Pembangunan di Papua

Bams

Satgas Ops Damai Cartenz Dapat Apresiasi, Berhasil Ungkap Jaringan KKB

Fani

Simak Tips Berkendara Aman Saat di Jalan Beton

Fani

Rapat Persiapan Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H di Papua

Fani

Berbagi Semangat Hardiknas, Komunitas Noken Care Dan TP PKK Bagi Bingkisan Di Bangsal Anak

Bams

Gubernur Papua Temui Badan Pengaturan BUMN, Bahas Listrik dan Mudik Gratis

Bams

Leave a Comment