Merajut Kasih di Rumah Tuhan: Prajurit Yonif TP 810/BEM Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Jemaat Gereja Martin Luther
Sentani — Di tengah dedikasi tinggi mengemban tugas pengabdian menjaga keamanan, membina teritorial, serta mendampingi keseharian masyarakat di tanah Papua, para prajurit Yonif TP 810/BEM (Bemare) senantiasa menempatkan landasan keimanan sebagai fondasi utama dalam setiap langkah pengabdiannya.
Tepat pada hari Minggu, 01 November 2026, suasana penuh kekhusyukan tampak menyelimuti Gereja Martin Luther. Sejumlah prajurit Yonif TP 810/BEM yang beragama Nasrani tampak hadir beribadah bersama masyarakat setempat. Mengenakan pakaian dinas yang rapi dan penuh wibawa, kehadiran para prajurit disambut hangat oleh para jemaat gereja dengan senyuman khas penuh keakraban, mencerminkan eratnya ikatan kekeluargaan di bumi Cenderawasih.
Ibadah yang berlangsung khidmat tersebut diisi dengan puji-pujian, pembacaan firman Tuhan, serta doa bersama. Suara merdu para jemaat berpadu harmonis dengan suara lantang para prajurit, menciptakan atmosfer kedamaian yang menyentuh hati.
Di sela-sela ibadah, doa khusus dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan negara, keteguhan prajurit dalam mengemban tugas di wilayah penugasan, serta kesejahteraan dan kedamaian abadi bagi seluruh masyarakat Papua.
Terkait kegiatan pembinaan rohani dan kedekatan sosial ini, Komandan Yonif TP 810/BEM, Letkol inf Iskandar, S.E., M. Tr.Mil menyampaikan penekanan penting mengenai esensi kehadiran prajurit di tengah masyarakat.

”Ibadah bersama masyarakat ini bukan sekadar rutinitas memenuhi kewajiban spiritual, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran prajurit Yonif TP 810/BEM di tanah Papua benar-benar dirasakan manfaatnya bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan dan keamanan wilayah, tetapi juga sebagai saudara, pengayom, dan bagian tak terpisahkan dari keluarga besar masyarakat di sini. Iman yang kuat adalah landasan utama bagi prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian dengan tulus dan ikhlas,”
Pernyataan tersebut tercermin jelas dalam suasana usai ibadah, di mana kehangatan terus berlanjut di halaman gereja. Para prajurit tampak membaur bersama jemaat, bercengkerama, dan saling menyapa dengan penuh keakraban. Melalui momen sederhana namun sarat makna ini, prajurit Yonif TP 810/BEM terus memperkuat sinergi dan kedekatan emosional, melangkah bersama masyarakat untuk membangun masa depan Papua yang aman, damai, dan penuh kasih.
