Ekspor Papua Anjlok 47,38 Persen pada Maret 2026

Jayapura –  Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Emi Puspitarini mengatakan, ekspor Provinsi Papua pada Maret 2026 tercatat mengalami penurunan signifikan.

Nilai ekspor pada bulan tersebut mencapai US$3.550,09 ribu atau turun 47,38 persen dibandingkan Februari 2026 yang sebesar US$6.747,27 ribu.

Berdasarkan jenisnya, ekspor Papua masih didominasi oleh sektor nonmigas yang mencapai 99,98 persen dengan nilai US$3.549,54 ribu. Sementara, ekspor migas hanya menyumbang 0,02 persen atau sebesar US$0,55 ribu.

Secara kumulatif, total ekspor Papua sepanjang Januari hingga Maret 2026 tercatat sebesar US$14.629,63 ribu, atau turun 7,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai US$15.863,26 ribu.

Ditinjau dari komoditasnya, ekspor Papua pada Maret 2026 didominasi oleh golongan kayu dan barang dari kayu (HS44) dengan nilai US$3.151,11 ribu.

Selain itu, golongan nonmigas lainnya menyumbang US$398,42 ribu, serta migas sebesar US$0,55 ribu. Secara kumulatif, ekspor kayu dan barang dari kayu mengalami penurunan 11,35 persen, sementara golongan nonmigas lainnya justru meningkat 36,27 persen dan migas melonjak 572,69 persen, meskipun nilainya masih sangat kecil.

Dari sisi negara tujuan, ekspor Papua ke enam negara utama pada Maret 2026 tercatat sebesar US$3.289,67 ribu atau turun 49,36 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Australia menjadi negara tujuan utama dengan nilai ekspor mencapai US$2.457,90 ribu atau sekitar 69,23 persen dari total ekspor Papua.

“Secara kumulatif, ekspor ke enam negara utama selama Januari–Maret 2026 mencapai US$13.921,85 ribu atau meningkat 4,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, ekspor ke negara lainnya justru mengalami penurunan tajam sebesar 71,68 persen,” jelasnya, Senin, 4 Mei 2026.

Aktivitas ekspor Papua dilakukan melalui sejumlah pelabuhan dan bandara, baik di dalam maupun di luar wilayah Papua.

Di dalam wilayah Papua, ekspor dilakukan melalui lima pintu utama, yakni PLBN Skouw, Pelabuhan Serui, Bandara Frans Kaisiepo, Bandara Sentani, dan Pelabuhan Jayapura.

Pada Maret 2026, ekspor terbesar melalui wilayah ini tercatat di Pelabuhan Jayapura dengan nilai US$387,01 ribu atau berkontribusi sekitar 10,90 persen terhadap total ekspor.

Namun secara kumulatif, nilai ekspor melalui pelabuhan dan bandara di Papua selama Januari–Maret 2026 mengalami penurunan sebesar 34,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dia menambahkan, sebagian besar ekspor Papua justru dimuat melalui pelabuhan di luar wilayah Papua. Pada Maret 2026, nilainya mencapai US$3.163,08 ribu.

“Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya menjadi pintu utama dengan nilai ekspor sebesar US$3.162,18 ribu. Komoditas yang dikirim melalui pelabuhan ini didominasi oleh produk kayu dan barang dari kayu serta furnitur,” ungkapnya.

Secara kumulatif, nilai ekspor melalui pelabuhan di luar Papua selama Januari–Maret 2026 mengalami peningkatan sebesar 3,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Related posts

Paulus Waterpauw Salurkan Hewan Kurban hingga Perbatasan Papua

Fani

Satgas Damai Cartenz Amankan Terduga Provokator Digital

Fani

Rayakan Hari Pers, Astra Motor Papua Papua Berikan Layanan Service Gratis

Fani

Podcast Cenderawasih Diresmikan Kasad, Pangdam XVII/Cenderawasih : Beri Inspirasi Dan Wawasan Masyarakat

Fani

Dukung Perempuan Berkarya, PLN UIP MPA Hadirkan Inspirasi Lewat Srikandi Movement 2025

Fani

Menag Harap Kaum Perempuan Makin Berdaya

Fani

Leave a Comment