Tokoh Adat Sentani Gunakan Momentum Kembalinya Papua ke NKRI untuk Perkuat Solidaritas dan Nilai Adat

SENTANI – Momentum peringatan Hari Kembalinya Papua ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 1 Mei 2026 dimanfaatkan para tokoh adat di Sentani untuk memperkuat solidaritas dan meneguhkan nilai-nilai adat di tengah masyarakat.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat Kampung Atamali, Puay, dan Sereh, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh adat serta ratusan warga yang turut merasakan manfaat bantuan.

Ondofolo Kampung Sereh, Yanto K. Eluay, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga.

“Nilai kebersamaan dan kepedulian yang kita bangun hari ini jauh lebih penting. Ini adalah wujud kasih kita kepada sesama terutama di hati peringatan kembalinya Papua dalam bingkai NKRI,” ujarnya.

Sebagai pemangku adat, Yanto menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai adat sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, adat merupakan jati diri yang harus terus dijaga demi menciptakan keharmonisan dan kedamaian.

Ia juga mengajak masyarakat untuk hidup saling mengasihi tanpa membedakan latar belakang.

“Kita semua adalah satu keluarga besar. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” katanya.

Sementara itu, Ondofolo Kampung Puay, Yakob Fiobetauw, menegaskan bahwa nilai kebersamaan dan adat harus berjalan seiring dengan pembangunan kampung.

“Kita tidak perlu terlalu jauh memikirkan hal-hal besar. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita membangun kampung kita masing-masing,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu yang dapat memecah persatuan.

“Jangan sampai kita terpengaruh oleh hal-hal yang justru merugikan kita sendiri. Kita harus menjaga kampung kita agar tetap aman, damai, dan harmonis,” katanya.

Yakob menambahkan bahwa menjaga adat merupakan kunci dalam menciptakan kehidupan sosial yang seimbang.

“Kita ini masyarakat adat. Dengan menjaga adat, kita bisa menjaga kebersamaan dan kedamaian di kampung kita,” tegasnya.

Melalui kegiatan pembagian sembako ini, para tokoh adat berharap masyarakat tidak hanya merasakan manfaat bantuan, tetapi juga semakin memperkuat solidaritas, menjaga nilai-nilai adat, serta membangun kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera di Tanah Papua.

 

 

Related posts

Luncurkan VSAT Starlink, Bupati Wonda akan Minta Telkomsel Bangun Tower di Distrik Airu

Jems

Reses Perdana Yermias Yanggu Wouw Berbagi Kasih Dengan Warga BTN Sosial Sentani

Bams

Uniyap Papua Jalin Kerjasama dengan Diskominfo Kabupaten Jayapura

Bams

TPP ASN Kabupaten Jayapura Direncanakan Dibayarkan Tahun 2026

Bams

Seluruh Fraksi Terima dan Setujui Raperda Tentang Perubahan APBD 2025 Menjadi Perda

Jems

Wabup Jayapura Lepas Kontingen Pra Penas KTNA ke Kalimantan Timur

Bams

Leave a Comment