Adriana Mailoa, Konsisten Nahkodai HIMPSI Dan Gencarkan Edukasi
MERAUKE-Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Papua Selatan, Adriana Mailoa, S.Psi, M.Psi sejak dilantik untuk periode 2024-2028 terus melakukan berbagai upaya agar program kerja organisasi berjalan dengan optimal. Wanita yang juga psikolog ini konsisten menahkodai HIMPSI yang beranggotakan 17 orang psikolog.
Ia sehari-hari melayani masyarakat di tempat prakteknya di Lembaga Bantuan Psikologi (LBP) Kharisma. Lembaga ini berdiri sejak tahun 2008 yang diinisiasi oleh Adriana bersama dua rekannya yaitu Virgin Lapulalang, S.Psi dan Eva Pasaribu, S.Psi. Tidak hanya fokus melayani masyarakat, dirinya juga gencar memberikan edukasi terkait masalah psikologi dan upaya mengatasinya.
Pihaknya melayani masyarakat umum termasuk penyandang disabilitas terutama anak-anak berkebutuhan khusus. LBP Kharisma juga melayani terapi bagi anak-anak autis. Adriana kerap menjadi pembicara dan motivator terkait program kesehatan mental . Ia mengatakan, kesehatan mental menjadi isu yang sangat krusial dan penting untuk dipahami.
“Belakangan ini hampir setiap hari kami kedatangan klien atau pasien dengan masalah pribadi terkait kesehatan mental. Di dunia kerja banyak orang mengalami masalah kesehatan mental. Dari kasus ringan hingga depresi berat. Kami akan rujuk pasien ke RSUD Merauke untuk ditangani oleh psikiater dan pengobatan lebih lanjut,”ujar Adriana di ruang kerjanya, Kamis (18/4).
Secara umum Adriana menjelaskan tentang tingkatan stres yang bisa dideteksi dari yang tergolong ringan. Biasanya seseorang masih bisa fokus dan masih memiliki semangat juang. Level berikutnya ketika ada indikasi cemas berlebihan, kelelahan bahkan sulit untuk bersantai maka membutuhkan perawatan diri.
Bisa dengan istirahat atau mengobrol dengan orang yang dipercaya serta membatasi informasi yang negatif. Indikasi selanjutnya mental semakin burnout, sulit tidur, sering bermimpi buruk, mudah marah bahkan merasa hampa. Tipikal seperti ini jika di dunia kerja sebaiknya mengambil cuti pendek untuk self care.
Ditegaskan, seseorang membutuhkan teman mengobrol untuk hal yang positif, seperti kata-kata motivasi atau berdoa bersama, itu bagian dari merawat diri. “Penting sekali mengetahui dan memahami informasi tentang kesehatan mental ini. Ketika kita mengalami gejala-gejala tersebut harus segera diwaspadai. Banyak kasus fatal seperti bunuh diri karena tidak ditangani serius,”jelas lulusan Universitas Gunadarma ini.(Iis).
