SD Inpres Pantai Engros Memprihatinkan, Alberth Merauje Ingatkan Pemkot Jayapura
Jayapura – Anggota DPR Papua, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM, mengunjungi SD Negeri Inpres Pantai Enggros, Jl. Pantai Enggros Kelurahan Asano Distrik Abepura, Kota Jayapura, pada Kamis, 5 Maret 2026.
Kunjungan itu dilakukan lantaran ia merasa turut prehatin terhadap kondisi bangunan sekolah tersebut. Untuk itu, ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura memberikan perhatian serius terhadapa sekolah itu.
Apalagi saat ini pihak sekolah sangat memerlukan perhatian serius dari Pemkot Jayapura, terutama dalam hal infrastruktur dan keamanan lingkungan sekolah.
Menurut Alberth Merauje, kunjungan ini memiliki makna khusus baginya karena ia merupakan putra asli dari Kampung Enggros.
“Saya datang bukan hanya sebagai anggota DPR Papua, tetapi juga sebagai anak Port Numbay, anak Enggros. Saya prehatin melihat kondisi sekolah ini yang mana seharusnya menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk belajar, tapi dengan melihat kondisinya seperti ini sangat miris,”ucapnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Inpres Pantai Enggros, Katerina Giay, S.Pd, ketika dijumpai mengungkapkan bahwa dirinya telah mengabdi sebagai guru di sekolah tersebut sejak tahun 2005 dan baru dilantik sebagai kepala sekolah pada tahun 2020.
Ia pun membeberkan, kondisi sekolah yang nampak kumuh ini sudah berlangsung lama. Namun ia sempat menolak rencana rehabilitasi itu dan memilih melakukan pembongkaran sebagian bangunan.
“Sejak saya mengajar tahun 2005 sampai 2020 kondisinya memang kumuh. Waktu dinas mau rehab saya tidak setuju, akhirnya saya lapor ke RT, RW dan kepala suku, lalu kami bongkar sebagian bangunan. Tapi bangunan baru yang dibuat juga tidak bertahan lama, belum sampai satu tahun atap seng sudah bocor,” ungkapnya.
Selain masalah bangunan lanjut Katerina, tapi juga menyangkut masalah keamanan sekolah yang harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurutnya, pagar sekolah yang rendah membuat area sekolah sering dimasuki orang tidak bertanggung jawab untuk menjarah, bahkan ditemukan sejumlah botol minuman keras di sekitar lingkungan sekolah.
“Ketika kami pulang, sering ada orang mabuk masuk ke dalam sekolah. Botol miras banyak di belakang. Waktu libur Natal kemarin pintu belakang sampai digergaji dan saat liburan awal puasa dimasuki maling ada beberapa barang juga hilang. Kami sudah melapor ke polisi, DPR dan wali kota,” jelas Katerina.
Dengan demikian, ia berharap pemerintah kota dapat memperhatikan kebutuhan mendesak sekolah, terutama dalam hal pembangunan pagar yang lebih tinggi agar keamanan sekolah terjamin.
Selain itu, ia juga menyoroti rumah guru yang saat ini ditempati masyarakat.
“Jadi kami berharap pagar sekolah bisa ditinggikan lagi, agar tidak ada orang yang masuk sembarangan mengambil barang barang milik sekolah. Untuk rumah guru juga sekarang ditempati masyarakat, padahal itu aset sekolah,” ujarnya.

Oleh karena itu, Alberth Merauje kembali menegaskan bahwa meskipun bidang pendidikan secara kelembagaan berada di Komisi V DPR Papua, namun persoalan infrastruktur sekolah tetap menjadi perhatian karena menyangkut kenyamanan proses belajar mengajar.
Politisi Partai NasDem itu menilai kualitas pembangunan gedung sekolah perlu menjadi evaluasi pemerintah daerah, mengingat bangunan yang baru dibangun sudah mengalami kerusakan.
“Gedung baru dibangun tapi belum sampai satu tahun atapnya sudah bocor. Ini mengganggu kenyamanan guru dan anak-anak saat belajar, apalagi ketika hujan. Infrastruktur seperti ini harus memenuhi standar,”tekannya.
Tak hanya itu, kata Alberth, potensi banjir di lingkungan sekolah serta masalah keamanan akibat pagar yang rendah sehingga seringkali terjadi pencurian fasilitas sekolah.
“Barang yang dibeli dari uang rakyat untuk pendidikan justru dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Karena itu yang paling penting sekarang adalah memperbaiki atap yang bocor dan membangun pagar yang lebih aman,” tandasnya.
Sebagai putra asli Enggros, Alberth Merauje berharap pemerintah Kota Jayapura dapat memberi perhatian khusus terhadap sekolah tersebut.
“Saya tidak mau sebagai tuan tanah di negeri ini, tetapi sekolah di kampung saya sendiri tidak diperhatikan. Saya akan sampaikan ini kepada pemerintah kota dan juga mencari kemungkinan dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat,”tegas Alberth Merauje.
Pada kesempatan itu, legislator Papua ini juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurut guru dan pihak sekolah perlu variasi menu agar anak-anak tidak bosan.
“MBG bukan hanya soal kenyang, tetapi bagaimana makanannya bergizi untuk mencerdaskan anak-anak. Menu harus bervariasi, jangan setiap hari itu-itu saja,”kata Alberth.
Untuk itu, Alberth mengusulkan agar pemerintah kota mencari solusi terkait rumah guru yang saat ini ditempati masyarakat dengan menyiapkan skema penggantian tempat tinggal, misalnya melalui program perumahan.
Di sisi lain, para guru juga menyampaikan kebutuhan sarana pembelajaran berbasis teknologi, seperti laptop, infokus, dan akses internet untuk mendukung kurikulum berbasis IT.
“Kami guru tetap semangat mengajar walaupun sarana terbatas. Anak-anak juga ingin belajar seperti sekolah lain menggunakan infokus, tetapi saat ini kami hanya menggunakan satu HP dan anak-anak berkumpul menonton bersama,” ungkap salah satu guru.
Meski kondisi sekolah itu sangat miris, namun dari hasil kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar kondisi SD Negeri Inpres Pantai Enggros dapat segera diperbaiki demi mendukung kualitas pendidikan bagi generasi muda di Kota Jayapura. (Tiara).
