Pasific Pos.com
Kota Jayapura Pendidikan & Kesehatan

Wali Kota Meninjau Pelaksanaan Vaksin Covid-19 di RS Ramela

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano saat memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di RS Ramela

Jayapura – Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano atau BTM melakukan peninjauan pelaksanaan pemberian vaksin Covid-19 kepada tenaga medis di RS Ramela Muara Tami, Selasa (19/12021).

Pemberian vaksin Covid-19 untuk tenaga medis di Kota Jayapura telah dimulai di Puskesmas Twano Entrop pada Senin (18/1/2021).

Wali Kota BTM mengatakan, pencanangan vaksin Covid-19 telah dilakukan pada 16 Januari lalu, dan selanjutnya pemberian vaksin kepada seluruh tenaga medis di 13 Puskesmas di Kota Jayapura.

“Tahapan – tahapan akan dilalui, selesai tenaga medis, akan dilanjutkan oleh TNI dan Polri dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jayapura,” kata Wali Kota BTM usai memantau pelaksanaan vaksinasi.

Pemkot Jayapura juga akan memberikan vaksin kepada warga Kota Jayapura untuk menjaga diri mereka sendiri, untuk keluarga dan orang lain, tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan.

Wali Kota berharap warga Kota Jayapura tidak percaya informasi yang tidak benar tentang vaksin Covid-19.

“Beberapa penerima vaksin perdana telah memberikan testimoni. Mereka akan divaksin yang kedua pada 30 Januari mendatang di Puskesmas terdekat,” kata Wali Kota.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari mengatakan, dalam proses vaksinasi ada batasan usia yaitu 18-59 tahun. Selain itu, hal yang perlu diperhatikan juga sebelum pemberian vaksin adalah riwayat penyakit bagi orang yang akan divaksin.

“Kalau ada riwayat penyakit seperti hipertensi atau diabetes, tentu vaksin tidak boleh diberikan, karena vaksin diberikan kepada orang sehat. Bagi penyintas Covid-19 juga belum diberikan karena dianggap bahwa penyintas Covid sudah terbentuk kekebalan tubuhnya,” jelasnya.

Dokter Nyoman berharap semua warga Kota Jayapura sesuai kriteria bisa mendapatkan kesempatan divaksin, sebab akan terbentuk kekebalan tubuh. “Kita mau mencapai 70 persen ke atas, artinya jika ada 100 orang, 70 orang divaksin agar terbentuk kekebalan kelompok,” ucap dokter Nyoman. (Zul)