Wagub: UMKM Tulang Punggung Perekonomian Nasional

 

MERAUKE-Wakil Gubernur Provinsi Papua Selatan, Paskalis Imadawa menjelaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM, hingga kini sudah lebih dari 64 juta UMKM di Indonesia. Khusus untuk UMKM orang asli Papua di wilayah selatan Papua berjumlah 3.303 dan non Papua berjumlah 1.569.

Hingga kini UMKM tersebut masih aktif dan menyumbang 68 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja di perbankan yakni Bank BRI sebanyak 100 peserta, Bank BNI 50 peserta, Bank Papua 50 peserta dan Pengadilan sebanyak 202 peserta.

“Secara UMKM juga memainkan peran yang sangat vital. Menurut data dari World Bank dan OECD, lebih dari 90 persen bisnis di dunia adalah UMKM. Mereka menyumbang hingga 70 persen lapangan pekerjaan global dan berkontribusi sekitar 50 persen terhadap PDB global,”terangnya pada kegiatan akad masal Kredit Usaha Rakyat (KUR) 800.000 debitur penciptaan lapangan kerja dan peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) di Aula Hotel Panda, Selasa (21/10).

Wagub menambahkan, program KUR bukan hanya penting untuk pemulihan dan penguatan ekonomi nasional tetapi juga merupakan bagian dari gerakan global untuk memberdayakan ekonomi rakyat.

Dengan memberikan akses kemudahan yang cepat dan terjangkau dapat mendorong para pelaku UMKM untuk naik kelas. Dari informal menjadi formal, dari skala mikro menuju skala kecil dan menengah dan dari pasar lokal ke pasar global.(Iis)

Related posts

Sambut Ramadhan, Astra Motor Manokwari Bagikan Takjil Gratis

Fani

Apresiasi Seminar Parenting, Wabup Fauzun Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Guru Dan Orang Tua

Bams

Kasus Pembunuhan di Mimika Terbongkar, Polisi Amankan Pelaku dan Barang Bukti

Fani

Dua Figur Ini Siap Bangun Empat DPD BMI Di Papua

Bams

Momen Car Free Day, Bupati Ingatkan Tentang Pemberdayaan UMKM Dan Pengrajin Lokal 

Bams

Buka Bimtek RHL, Sulaeman Hamzah Ingatkan Pentingnya Menjaga Kelestarian Lingkungan

Bams

Leave a Comment