Wabup Fauzun Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Tangani Kasus AIDS, TBC Dan Malaria

MERAUKE-Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah mengemukakan, pertemuan lokakarya penguatan perencanaan penganggaran dan pembiayaan program AIDS, TBC, Malaria, melalui monitoring dan evaluasi serta implementasi social contracting adalah salah satu langkah menyamakan persepsi dan langkah bersama untuk penanganan AIDS, TBC dan Malaria di Kabupaten Merauke.

 

Pemerintah daerah mengharapkan agar kerja sama terus dilakukan dan kolaborasi tetap terjalin dengan baik. Menyoroti kasus HIV dan AIDS di Merauke, wabup menegaskan bahwa kondisi yang ada belum dapat dikatakan baik-baik saja. Kondisi ini menjadi perhatian bersama dan perlu melakukan langkah-langkah konkrit.

 

“Terkait dengan perencanaan penganggaran dan pembiayaan program yang dibahas dalam lokarkarya perlu dipikirkan secara matang, fokus pada siapa dan melakukan apa. Ini harus benar-benar tuntas dilakukan. Seperti yang diketahui, APBD sangat terbatas dan tidak mungkin cukup untuk menyelesaikan persoalan AIDS, TBC dan Malaria.

 

Oleh sebab itu dibutuhkan pihak-pihak lain yang peduli dan komit untuk mensupport, di antaranya Adinkes dan KPA yang telah melakukan upaya-upaya preventif, “terang wabup saat membuka pertemuan lokakarya penguatan perencanaan penganggaran dan pembiayaan program AIDS, TBC, Malaria, melalui monitoring dan evaluasi serta implementasi social contracting di Sunny Day Inn Hotel, Kamis (29/10).

 

Lebih lanjut wabup menyampaikan, support pihak swasta dan pihak-pihak yang berkepentingan sangat dibutuhkan sehingga persoalan AIDS, TBC, Malaria dapat diatasi. Tidak hanya soal kesehatan, persoalan SDM juga menjadi fokus perhatian begitu pula kesejahteraan keluarga. Oleh sebab itu penanganan yang dilakukan harus tepat, akurat dan akuntabel.

 

 

Sementara itu Program Coordinator RSSH Adinkes Papua Selatan, Leonardus Mahuze mengungkapkan, para pihak yang dihadirkan dalam lokakarya diharapkan memberikan kontribusi, tentunya selain Dinas Kesehatan. Karena tidak mungkin semua dibebankan kepada pihak dinas, jadi dibutuhkan kolaborasi agar eliminasi 2030 dapat tercapai.

 

“Lewat koordinasi dan pertemuan seperti ini diharapkan ada dukungan dari OPD di luar Dinas Kesehatan agar program yang diusung berjalan baik. Jika melihat kasus yang terjadi dari 3 penyakit tersebut, AIDS, TBC dan Malaria, membutuhkan perhatian penting. Contohnya AIDS yang meningkat tajam dalam 2 tahun terakhir, ini berdasarkan data dari KPA. Ini membutuhkan perhatian bersama dan harus ada langkah-langkah yang diambil, “terang Leonardus.(iis)

Related posts

Tidak Ada Yang Kedua Tanpa Ketiga

Fani

Pemkab Mimika Jemput Puluhan Pekerja PT HAL Terlantar di Jakarta

Fani

Korban Speed Boat Terbalik di Sungai Bian Ditemukan Meninggal Dunia

Bams

Produk Benang Ikat Merauke Kali Maro Collections Curi Perhatian Fauzun Nihayah

Bams

Astra Motor Nabire Raih Penghargaan dari PMI Nabire

Fani

Tokoh Adat Lanny Jaya Dorong Masyarakat Jaga Keamanan dan Keharmonisan

Bams

Leave a Comment