Usung Brand RUMACOFFEE, Lutfhi Sukses Jalankan Bisnis Kopi Racikan Sendiri
MERAUKE-Berawal dari kecintaannya terhadap kopi, Luthfi Ainul Yaqin akhirnya memutuskan untuk membuka usaha dengan fokus memasarkan kopi hasil racikannya sendiri. Perlahan namun pasti, produk yang dibuatnya mulai dikenal secara luas bahkan mampu memperoleh pelanggan yang cukup banyak.
Produk yang dibuatnya juga meningkat tajam seiring dengan semakin bertambahnya pemesanan. Luthfi menjadi contoh anak muda yang peka terhadap peluang pasar dan piawai mengelola bisnis dengan membidik pasar yang tepat. Begitu banyaknya pecinta kopi di Kota Merauke semakin menggugah semangatnya untuk berkreasi mengolah kopi menjadi produk yang berkualitas dan tentunya laris manis di pasaran.
Mengusung brand ‘RUMACOFFEE’ produk racikan Luthfi semakin populer dan disukai penikmat kopi. “Untuk sementara masih delivery, saya racik kopi dan pengemasan di rumah. RUMACOFFEE hadir untuk pecinta kopi yang anti ribet dengan banyaknya kerjaan dan produktifitas di kantor plus dikejar deadline. RUMACOFFEE hadir secara khusus untuk melengkapi. Jadi tanpa harus ke cafe dan ngantri, tinggal tunggu di kantor atau di rumah. Tinggal teguk tanpa harus bikin kotor gelas,”terangnya kepada Pasific Pos, Kamis (9/7).
Ia menambahkan, produknya diolah langsung dari biji kopi asli dan rasanya sama seperti di kedai kopi pada umumnya. Memang ia baru seminggu memasarkan kopi kemasan botol dengan brand baru tetapi untuk terjun ke dunia kopi sebenarnya sudah dari tahun 2019-2020.
Tidak sekedar menjual kopi, tujuan Luthfi adalah menjadi solusi bagi para profesional dan pekerja dengan mobilitas tinggi. Melalui kopi botolan siap minum, ia berupaya mengeliminasi kerumitan dalam menikmati kopi berkualitas tanpa harus pergi ke cafe. Tinggal tunggu di tempat dan kopi siap dinikmati. “Saya pastikan pelanggan mendapatkan dorongan energi instan untuk menaklukkan jadwal padat dan tenggat waktu yang ketat secara efisien.
Jujur, pencapaian selama satu minggu ini benar-benar di luar ekspektasi. Bersyukur sekali karena respon pelanggan sangat bagus,”ungkapnya. Sebagai sebuah brand yang baru merintis, tentu sangat luar biasa bisa mencapai penjualan 20 hingga 25 botol setiap hari. Bahkan pernah tembus sampai 60 botol sehari.
Oleh karena itu ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh penikmat kopi di tanah Papua Selatan, khususnya di Merauke. Pelanggannya berasal dari berbagai kalangan, mulai anak muda yang dinamis, orang tua hingga pegawai kantor para pejuang deadline. Respon positif yang diberikan merupakan dukungan bagi usahanya dan menjadi energi terbesar.
Ia masih menunggu waktu yang tepat untuk membuka lapak khusus sehingga pelanggan dapat menikmati langsung di tempat. “Kalau bicara soal kendala, sejauh ini yang paling terasa adalah bahan baku. Harga biji kopi di pasaran Merauke lumayan tinggi sehingga kalau disandingkan dengan harga jual produk saya margin keuntungannya sangat tipis. Tapi saya sama sekali tidak mempermasalahkan itu. Sebagai brand yang baru merintis, fokus saya 100% pada kualitas, bukan sekedar untung sesaat,”tegas Luthfi.
Baginya melihat pelanggan puas adalah investasi jangka panjang. Untuk menyiasati harga bahan baku, ia sedang menjajaki dan mencari supplier atau penjual biji kopi dan bahan baku dari luar Merauke. Ia belum menentukan pilihan karena masih menyeleksi dan mencari mitra yang benar-benar cocok, baik dari segi standar, kualitas maupun harga.
Lutfhi mengusung kualitas rasa yang setara dengan kedai kopi konvensional. Namun, keunggulan kompetitif produknya terletak pada segmentasi dan kemasan. Ia fokus melayani pelanggan dengan mobilitas dan produktivitas tinggi yang membutuhkan solusi kopi siap saji. Jadi memangkas kerumitan waktu dan menghadirkan asupan kafein berkualitas tinggi langsung ke tangan konsumen.
Luthfi berharap dengan hadirnya RUMACOFFEE bisa menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang memiliki produktivitas tinggi. Dirinya ingin mereka tetap bisa menikmati asupan kopi berkualitas di sela-sela kesibukan tanpa harus repot. Ia juga berharap racikan kopinya cocok dan diterima di lidah masyarakat Merauke, baik para pecinta kopi sejati maupun mereka yang baru mulai belajar menikmati kopi.
Tentu saja untuk mencapai semua itu, ia membutuhkan masukan dari para customer terkait cita rasa yang disajikan. Semua kritik dan saran akan ia terima dengan tangan terbuka demi kemajuan usahanya. “Siapa tahu, dari langkah kecil dan masukan-masukan berharga tersebut, ke depan usaha saya bisa berkembang menjadi bisnis yang lebih luas dan cakupannya hingga luar daerah dan kota-kota besar,”tuturnya.
Menurutnya, membangun bisnis kopi bukan tentang mencari kesempurnaan dan ini berlangsung sejak hari pertama ia memulai usaha. Jika dalam prosesnya nanti menemui kendala, membuat kesalahan bahkan mengalami kegagalan, ia siap menghadapinya. Karena baginya, kegagalan di tahap awal justru jauh lebih baik. Kegagalan bukanlah sebuah akhir, melainkan guru terbaik yang memaksa diri untuk melakukan evaluasi, berinovasi dan bergerak maju.
Ia lebih memilih menerima kritik tajam dan belajar dari kegagalan hari ini, daripada berjalan di tempat karena takut mencoba. Dari proses jatuh bangun, evaluasi dan masukan berharga dari pelanggan itulah mental bisnisnya ditempa. Dari pondasi yang kuat ini, ke depan usahanya bisa berkembang menjadi ladang bisnis yang jauh lebih luas serta membawa manfaat bagi banyak orang.
RUMA sendiri merupakan singkatan dari ‘Ruang Untuk Menikmati Aroma’ yang ia pilih sebagai brand produk kopinya. “Tidak ada kopi sejati yang mengelak dari rasa pahit, seperti raga yang tak luput dari penat. Namun RUMA menyediakan ruang untuk merasakan keduanya. Diseduh dengan sabar UNTUK meluruhkan beban, mengajakmu MENIKMATI pekatnya dunia dalam satu tegukan. Hingga ketika magisnya AROMA bumi dan kopi menyentuh sanubari, di situlah manusia menemukan kembali nyawanya,”pungkas Lutfhi.(Iis)
