Pasific Pos.com
Olahraga

THB PON XX Dibahas KONI dan TD Cabor

JAYAPURA – Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional menggelar Verifikasi Teknis Pelaksanaan Pertandingan Cabang Olahraga dan Kegiatan Penyusunan Technical Handbook PON XX Papua 2021.

Kegiatan yang akan digelar selama tiga hari di Kota Jayapura diikuti oleh seluruh Technical Delegate (TD) cabang olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan pada PON XX, 2-13 Oktober 2021 mendatang.

Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Papua 2021, Mayjen TNI Suwarno, mengatakan, penyusunan Technical Handbook PON seharusnya sudah selesai dibahas tahun lalu.

Namun, pengunduran PON dari tahun 2020 ke 2021, maka THB baru dibahas dan diharapkan dalam tiga hari ini tuntas sebelum dilaksanakan Chefs de Mission (CdM) Meeting ke II pada bulan Maret 2021 mendatang.

“CDM Meeting kedua bulan depan, maka harapannya THB bisa tuntas dan bidang-bidang lainnya bisa menyelesaikan buku pedomannya,” kata Suwarno kepada pers di Jayapura, Minggu, 14 Februari 2021.

Oleh karena itu, ia berharap masukan dari cabang olahraga dan TD agar penyusunan buku Buku Pegangan Teknis (Technical Handbook) dapat tuntas dan dipakai pada event olahraga empat tahunan tersebut.

Selain itu, kata Suwarno, TD cabor juga mempunyai tanggungjawab untuk menyusun Panitia Pelaksana (Panpel), sehingga Panpel harus diisi oleh orang-orang yang professional, sehingga pertandingan PON dapat berjalan dengan baik.

Suwarno mengatakan bahwa siapapun yang terlibat dalam kegiatan PB PON dan yang tergabung dalam panitia penyelenggara maupun yang terkait dengan bidang pertandingan dan panitia pelaksana pertandingan sedianya harus selalu optimis demi tersuksesnya PON XX di Papua.

“Kita mengajak untuk semuanya berfikir sukses, maka itu akan berjalan sesuai yang diharapkan. Itu yang paling penting dari semuanya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PB PON Papua, Elly Loupatty dalam arahannya mengapresiasi kehadiran dari TD Cabor maupun KONI pusat untuk membahas Technical Handbook PON XX Papua 2021.

“Harapan kami Technical Handbook PON ini bisa selesai sehingga kita bisa menggelar CdM kedua bulan depan,” ujarnya.

Loupatty mengatakan, PON Papua berbeda dengan PON sebelumnya, karena PON XX sudah berbasis teknologi informasi, dan semua akomodasi dan transportasi lokasi ditanggung oleh tuan rumah.

“Untuk menyediakan konsumsi bagi peserta PON, Papua menyediakan anggaran kurang lebih satu triliun,” ucapnya.

Oleh karena itu, dia berharap kepada semua pihak harus berkontribusi dan bersama-sama mensukseskan pelaksanaan PON Papua.

“Hal ini yang kita harapkan bahwa PON akan sukses kalau mendapat dukungan dari semua rakyat Papua, Pemprov Papua, Pemerintah Pusat, KONI Pusat dan KONI lain di seluruh Indonesia,” terangnya.

Artikel Terkait

Klaster Mimika Siap Sambut PON XX

Bams

PON XX Papua Diikuti 6.484 Orang Atlet

Bams

Konsolidasi PB PON Jelang CdM Meeting II

Bams

Papua Tolak Sumsel Jadi Tuan Rumah Pendamping PON

Bams

THB PON XX Papua Tuntas, Tapi ada Beberapa Catatan

Bams

Papua Protes Atlet Terbang Layang DKI dan Jawa Barat

Bams

Koni Pastikan PON XX Papua Pertandingkan 37 Cabor

Bams

Wagub Ajak Kepala OPD Sukseskan PON XX

Bams

KONI Berharap PON Papua Tak Ditunda Lagi

Bams