Tentara Asal Aceh Utara Ini Perkenalkan Kopi Tradisional Aceh Di Ujung Timur Indonesia

MERAUKE-Ada yang menarik pada kegiatan bazar murah dalam rangka HUT TNI ke-81 di halaman Masjid Raya Al Aqsha, tepatnya pada stan TNI AD yang menjual berbagai kuliner juga kopi tradisional Aceh yang menggugah selera. Sejumlah pengunjung banyak yang tertarik untuk singgah dan mencoba cita rasa kopi dari tanah rencong yang sudah sangat terkenal itu.

 

Adapun varian yang disediakan antara lain kopi Sanger Aceh dan Americano yang dapat dinikmati dingin maupun panas. Untuk harga juga sangat terjangkau, khusus kopi Sanger panas dibandrol 20.000 Rupiah dan yang dingin 25.000. Sedangkan kopi Americano panas 12.000 sedangkan yang dingin 15.000 Rupiah.

 

Kopi tersebut diracik langsung oleh orang Aceh asli sehingga menghasilkan cita rasa yang benar-benar autentik. Ardi Rahmat Sentana, seorang anggota TNI AD asal Lhoksukon Aceh Utara yang membawa kopi tersebut hingga ke Kabupaten Merauke. Prajurit muda ini memang berasal dari keluarga peracik kopi dan memiliki warung kopi di kampung halamannya.

 

Sejak kecil ia sudah terbiasa dengan dunia perkopian karena sering melihat orang tuanya meracik kopi di warung. Oleh sebab itu selaku pegiat kopi, Ardi tidak bisa terpisahkan dari yang namanya racik meracik kopi sehingga saat ditugaskan ke Merauke ia melanjutkan kegemarannya itu dengan memasarkan kopi tradisional Aceh. Ia tidak menyangka, ternyata peminatnya cukup banyak sehingga kopinya laris manis.

 

Ardi mengemukakan, kopi Aceh memiliki aroma yang kuat, sangat harum dan dicampur dengan bahan tambahan apapun karakter kopinya tidak akan hilang. Rasa asam dan pahitnya yang begitu khas memberikan sensasi rasa yang berbeda dan betul-betul nikmat.

 

Karena belum mendapatkan tempat yang strategis untuk menjual kopinya, untuk sementara ia berjualan di lingkungan asrama tempat ia tinggal yaitu di Makorem 174/ATW. “Saya menggunakan bubuk kopi dari Gayo dan murni kopi Arabica. Saya ingin memperkenalkan kopi Aceh di Merauke sehingga masyarakat juga bisa menikmati kopi asli Aceh.

 

Kurang lebih sudah satu tahun saya bertugas di Merauke dan baru pertama kalinya tugas di Papua. Saya lihat banyak juga penikmat kopi di sini sehingga saya bermaksud untuk memperkenalkan kopi asal daerah saya, ” ujarnya kepada Pacific Pos, Rabu (23/9).

 

Ardi mengharapkan kopi Aceh semakin dikenal dan mendapatkan tempat di hati para penikmat kopi Kota Rusa. Menurutnya, setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas kopi masing-masing sehingga semakin memperkaya cita rasa nusantara.

 

“Alhamdulillah, banyak yang suka dengan kopi Aceh, stan selalu ramai pembeli. Bahkan ada yang meminta nomor telepon saya untuk memesan via online, ” ungkap Ardi.(iis)

Related posts

Pedagang Mama-Mama Papua Dukung Pemkot Jayapura Tertibkan Pasar

Fani

BI dan Sinode GKI di Tanah Papua Hadirkan Program Gerbang Kasih

Fani

Lebih Tertib dan Efisien, Alasan Pelindo Terapkan Sistem e-Pass di Pelabuhan Jayapura

Fani

Belibis Buka Layanan Reguler Pasca Mudik Gratis Berakhir

Fani

Sambut Juli, Hotel Horison Kotaraja Luncurkan Promo Staycation dan Kuliner

Fani

Ketua Komisi VI DPR RI Apresiasi Langkah Strategis Telkom Perkuat Ekosistem Data Center Indonesia

Fani

Leave a Comment