Jual Kuliner Manado Di Merauke, Ratni Pertahankan Kualitas Rasa Dengan Harga Terjangkau
MERAUKE-Tidak dapat dipungkiri kuliner nusantara yang banyak dipasarkan di Kota Merauke banyak disukai masyarakat. Olahan khas masing-masing daerah mampu membangkitkan selera, tentunya karena kelezatan rasa. Salah satunya adalah masakan khas dari Sulawesi Utara tepatnya kuliner dari Manado. Cukup banyak yang memasarkan kuliner Manado dan berhasil mendapat tempat di hati masyarakat.
Saat ini di Merauke telah hadir sebuah cafe yang menawarkan menu khas Manado dengan rasa nikmat dan harga terjangkau. Cafe baru tersebut bernama Madona Cafe yang beralamat di Jalan Onggatmit Merauke. Tidak hanya menjual kuliner Manado, cafe ini juga menawarkan kenyamanan bagi pelanggan dengan desain cafe yang sederhana namun sangat menarik.
Mulai buka jam 10 pagi sampai jam 10 malam, cafe ini sangat cocok untuk tempat meeting, bersantai, perayaan ulang tahun dan berbagai acara lainnya. Beberapa menu yang menjadi andalan antara lain bubur Manado, es brenebon, mie cakalang, nasi kuning Manado, midal, mie brenebon, pisang goreng sambal ikan roa, aneka juice, kopi, makanan ringan serta makanan umum lainnya seperti ayam geprek, nasi ayam lalapan, salad buah, puding dan masih banyak lagi.
Cafe ini juga melayani pengantaran dimana pelanggan dapat memesan pada aplikasi GO Food atau melalui kurir sendiri yang sudah disiapkan pihak cafe. Kepada Pasific Pos di cafenya, Selasa (22/9), Owner Madona Cafe, Ratni Mooduto mengemukakan bahwa untuk menu khas Manado yang dijualnya merupakan racikan bumbu asli kampung halaman dan dikreasikan semaksimal mungkin agar diminati pelanggan.
Contohnya untuk bubur Manado atau tinutuan, ia memberi toping khusus cakalang suir dan untuk pisang goreng selain menggunakan sambal ikan roa juga dimodifikasi dengan sambal kepala ikan cakalang. Untuk es brenebon juga ia variasikan dengan memberi tambahan toping alpukat.
Soal harga, ia tidak mematok nominal yang terlalu tinggi karena baginya, harga yang terjangkau akan semakin menarik perhatian pelanggan. Tidak heran menu olahannya memiliki cita rasa bintang lima namun harga kaki lima. Untuk satu porsi bubur Manado cakalang dibandrol 30.000 Rupiah, nasi kuning Manado 28.000, mie brenebon 35.000 dan es brenebon 25.000.
“Cafe saya mulai buka 3 September lalu dan bersyukur sekali baru tiga minggu berjalan sudah banyak pelanggan. Mereka dominan memesan yang delivery, setiap hari pasti ada saja yang order. Alhamdulillah, laris manis, ” terangnya. Ia mengungkapkan, menu yang menjadi favorit dan banyak dipesan pelanggan yaitu tinutuan cakalang dan mie brenebon.
Untuk masakan umum seperti ayam geprek juga termasuk laris di cafenya. Menurutnya, penggemar masakan Manado di Kota Rusa cukup banyak, oleh sebab itu sebagai owner ia berupaya menjaga kualitas rasa, kebersihan olahan dan terus berkreasi agar selalu ada tampilan yang baru di setiap menunya.
Menurut Ratni, kreativitas owner dalam usaha kuliner sangat penting agar usaha yang dijalankan mendapat tempat di hati pelanggan. Ia berharap usahanya semakin sukses dan semakin banyak memperoleh pelanggan. Ratni berkomitmen mempertahankan cita rasa khas Manado agar sesuai dengan lidah pelanggan. Pasalnya, yang menyukai kuliner Manado tidak hanya warga Sulawesi Utara saja tetapi banyak juga dari daerah lain. (iis)
