Inspektorat Papsel Sosialisasikan Pencegahan Korupsi Kepada Pelajar
MERAUKE – Inspektorat Provinsi Papua Selatan terus mendorong upaya pencegahan korupsi dengan menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini kepada generasi muda. Sosialisasi anti korupsi kepada pelajar menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas.
Pencegahan korupsi tidak hanya dilakukan melalui pengawasan, tetapi juga harus dimulai dari pembentukan karakter sejak bangku sekolah. “Nilai-nilai integritas harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Mulai dari disiplin, jujur, peduli, bertanggung jawab, kerja keras, hingga berlaku adil,” ujarnya,”terang Kepala Inspektorat Papua Selatan, Edy Purwanto pada pembukaan sosialisasi anti korupsi di SMA Negeri 1 Kurik, Merauke Papua Selatan, Rabu (23/9).
Ia menjelaskan, terdapat sembilan nilai integritas anti korupsi yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil.
Inspektorat Papua Selatan memiliki tenaga yang kompeten untuk melakukan sosialisasi antikorupsi, termasuk sumber daya manusia yang telah memiliki sertifikasi terkait. Sosialisasi ini turut memperkenalkan konsep Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) sebagai salah satu pendekatan pencegahan korupsi yang dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Melalui kegiatan ini, Inspektorat Papua Selatan berharap para pelajar tidak hanya memahami bahaya korupsi, tetapi mampu menerapkan nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.
“Pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri. Jika sejak dini anak-anak sudah dibiasakan jujur, disiplin, bertanggung jawab dan berani melakukan hal yang benar, maka kita sedang membangun generasi yang berintegritas,” pungkasnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu menegaskan, korupsi merupakan salah satu bentuk penyalahgunaan kewenangan. “Jangan pakai segala macam kewenangan untuk bikin susah orang, habis itu kita bertahta di atas orang lain punya kesusahan,” tegas Ferdinandus.
Ia menjelaskan, Provinsi Papua Selatan merupakan provinsi yang masih muda sebagai daerah otonom baru. Saat ini pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat sedang meletakkan pondasi tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel atau clean governance yang diharapkan menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Upaya membangun pemerintahan yang bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
Integritas dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur kepada diri sendiri, tidak mencontek saat ujian, menolak segala bentuk plagiarisme dalam tugas sekolah serta membiasakan diri disiplin dan tepat waktu.
Melalui sosialisasi pendidikan anti korupsi para pelajar diharapkan memahami bahwa nilai kejujuran dan integritas bukan hanya penting ketika seseorang menjadi pejabat atau pemegang kewenangan, tetapi harus dibangun sejak bangku sekolah sebagai bagian dari karakter dalam kehidupan sehari-hari.(Iis)
