TelkomGroup Perluas Akses Digital Di Papua Pegunungan, Backhaul Starlink Jadi Andalan
Jayapura – TelkomGroup terus berupaya meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi di Papua Pegunungan, meski wilayah tersebut masih mengandalkan backbone berbasis satelit.
General Manager PT Telkom Witel Papua, Antonius Joko Sritomo mengatakan, layanan kepada masyarakat di Papua Pegunungan saat ini sepenuhnya ditopang oleh konektivitas satelit.
Antonius bilang, kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur fiber optik menjadi tantangan utama dalam menghadirkan jaringan broadband berkecepatan tinggi di wilayah tersebut.
Meski demikian, TelkomGroup menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki pengalaman pelanggan (customer experience).
“Berbagai langkah optimalisasi dilakukan, mulai dari peningkatan kapasitas hingga penguatan sistem monitoring jaringan guna menjaga kualitas dan stabilitas layanan,” ucapnya, Selasa, 24 Februari 2026.
Memasuki 2026, TelkomGroup menyiapkan strategi baru melalui pembangunan community gateway atau gerbang komunitas yang akan memperkuat backbone satelit di Papua Pegunungan.
Proyek ini, sebutnya, akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan Starlink sebagai penyedia layanan satelit orbit rendah atau LEO.
Dia berharap, implementasi community gateway tersebut dapat meningkatkan kualitas konektivitas, memperkecil latensi, serta memperkuat keandalan jaringan bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah tersebut.
“Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang TelkomGroup dalam memperluas akses digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T, sekaligus mendorong pemerataan transformasi digital di Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, TelkomGroup melalu anak usahanya Telkomsat telah menjalin kerja sama dengan Starlink sejak 2021 dan telah menggelar layanan backhaul Starlink sejak tahun 2022 dengan memanfaatkan hak labuh yang telah diberikan oleh pemerintah.
Infrastruktur backhaul yang digelar oleh Telkomsat ini mampu memberikan layanan konektivitas satelit yang berkualitas dengan tetap menjamin kedaulatan dan keamanan data nasional.
SVP Corporate dan Communication Telkom, Ahmad Reza mengatakan, melihat kerja sama tersebut semakin menunjukkan komitmennya untuk terus berupaya mendukung program pemerintah untuk percepatan pemerataan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia, khususnya untuk wilayah 3T.
Saat ini Telkomsat merupakan satu-satunya operator telekomunikasi di Indonesia yang memiliki Hak Labuh Satelit Non Geostationer (NGSO) Starlink khusus untuk layanan backhaul.
VSAT Star adalah layanan komunikasi yang berbasis konstelasi satelit orbit rendah (Low Earth Orbit) Starlink untuk menghubungkan jaringan akses (access network) dengan jaringan utama (core network).
Layanan ini memiliki kecepatan data hingga 200 Mbps per titik, yang menjadikannya solusi ideal untuk mengatasi tantangan konektivitas di daerah terpencil seperti Papua Pegunungan.(Sari)
