Polisi : PT AMA Murni Jalankan Misi Kemanusiaan di Papua
Jayapura – Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz Kombes Pol I. G. G. Era Adinata, mengatakan, sejak terjadinya peristiwa penembakan, pihaknya langsung melakukan serangkaian penyelidikan melalui pemeriksaan saksi, wawancara, pengumpulan informasi, serta pemantauan media sosial.
“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kami menyimpulkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakusip,” kata Kasatgas Gakkum, Sabtu, 4 Juli 2026.
“Kelompok ini merupakan kelompok baru yang dipimpin oleh M. Mbalingga. Dalam sejumlah unggahan media sosial, yang bersangkutan mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo,” jelasnya.
Namun demikian, kata Kasatgas Gakkum, hubungan antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak masih kami dalami oleh penyidik.
“Sesaat setelah kejadian, M. Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Tidak lama kemudian, Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa. Selain itu, kami memperoleh dokumentasi berupa foto pelaku yang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah terbakar. Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga,” papar Kasatgas Gakkum.
Dari profil yang dimiliki, kelompok ini tergolong kelompok baru dengan persenjataan yang masih terus diidentifikasi oleh tim Ops Damai Cartenz 2026.
Terkait motif penyerangan, penyidik menyebut bahwa kelompok tersebut sebelumnya sempat menyampaikan ancaman terhadap aktivitas penerbangan yang masuk ke wilayah yang mereka klaim sebagai daerah operasi.
“Tetapi, aparat menegaskan bahwa motif pasti penyerangan masih terus didalami melalui proses penyidikan yang sedang berlangsung,” ungkapnya.
Menanggapi narasi yang beredar di media sosial mengenai tuduhan bahwa PT AMA terlibat dalam aktivitas selain misi kemanusiaan, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, membantah informasi tersebut.
Kasatgas Humas mengatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan manajemen PT AMA serta Uskup Jayapura selaku pimpinan misi.
“Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini,” ujar Kasatgas Humas.
Dia menegaskan bahwa PT AMA murni menjalankan pelayanan bagi gereja-gereja dan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan penyidikan akan terus dilakukan secara profesional guna mengungkap seluruh pelaku beserta motif di balik penembakan yang menewaskan pilot asing tersebut, sekaligus memberikan kepastian hukum atas peristiwa yang menjadi perhatian nasional maupun internasional tersebut.
Sebelumnya, pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29), warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia akibat luka tembak pada insiden penembakan dan pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Kamis, 2 Juli 2026.
