Bupati Tolikara Willem wandik menjadi pionir perjuangan gizi ibu hamil,dan anak
Surabaya,– Sebuah penghormatan nasional mengalir dari panggung Temu Ilmiah Nasional II PERSAGI di Surabaya pada 3 Juli 2026. Di hadapan para ahli gizi Indonesia, Willem Wandik, S.Sos., Bupati Tolikara, resmi dikukuhkan sebagai Anggota Kehormatan PERSAGI, sebuah penghargaan yang diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi nyata dalam memperkuat pembangunan gizi di Indonesia.
Pengukuhan ini bukan sekadar penghargaan pribadi. Lebih dari itu, pengakuan tersebut menjadi simbol bahwa dari wilayah pegunungan Papua lahir seorang pemimpin yang menjadikan pemenuhan gizi sebagai fondasi utama pembangunan manusia.
Di tengah tantangan geografis yang berat dan keterbatasan akses pelayanan dasar, Willem Wandik memilih menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kehidupan. Ia meyakini bahwa masa depan Tolikara tidak dimulai dari gedung-gedung megah, melainkan dari kandungan seorang ibu, dari air susu seorang mama, dari piring makan anak-anak sekolah, serta dari perhatian kepada kelompok masyarakat yang paling rentan.
Karena itulah, sejak memimpin Kabupaten Tolikara, arah pembangunan difokuskan pada penguatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan, peningkatan gizi ibu hamil dan ibu menyusui, pemenuhan gizi anak usia sekolah, percepatan penurunan stunting, perlindungan lansia, serta penguatan kualitas hidup keluarga Papua. Kebijakan tersebut menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Papua yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Bupati Tolikara menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada PERSAGI atas kepercayaan yang diberikan.
“Pemerintah Kabupaten Tolikara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PERSAGI atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen dalam memperkuat kebijakan gizi, pencegahan stunting, perhatian terhadap 1.000 Hari Pertama Kehidupan, peningkatan gizi anak sekolah, perlindungan kelompok rentan, serta pembangunan manusia di Papua Pegunungan. Dari Tanah Injil, Tolikara, penghargaan ini menjadi amanah untuk terus melayani, berkolaborasi, dan menghadirkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Willem Wandik.
Pengukuhan sebagai Anggota Kehormatan PERSAGI menjadi bukti bahwa perjuangan membangun kualitas sumber daya manusia tidak mengenal batas wilayah. Dari daerah yang selama ini dikenal dengan tantangan geografisnya, Tolikara justru mampu menunjukkan bahwa komitmen, keberpihakan kepada masyarakat, dan kepemimpinan yang berorientasi pada pembangunan manusia dapat memperoleh pengakuan di tingkat nasional.
Bagi masyarakat Papua Pegunungan, penghargaan ini memiliki makna yang sangat mendalam. Sosok Willem Wandik kini tidak hanya dikenal sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai salah satu pionir gerakan pembangunan gizi yang menempatkan ibu hamil, ibu menyusui, bayi, anak-anak sekolah, serta keluarga Papua sebagai pusat kebijakan pembangunan.
PERSAGI menilai bahwa keberhasilan pembangunan gizi memerlukan kepemimpinan yang memiliki keberanian mengambil keputusan, membangun kolaborasi lintas sektor, dan menjadikan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama. Nilai-nilai itulah yang tercermin dalam berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Tolikara.
Momentum ini sekaligus memperkuat posisi Tolikara sebagai salah satu daerah yang aktif mendukung agenda nasional dalam pembangunan gizi, pencegahan stunting, penguatan kesehatan masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Penghargaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Tolikara, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Papua Pegunungan dan seluruh Tanah Papua. Dari pegunungan yang penuh tantangan, kini lahir sebuah inspirasi nasional bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian melindungi kehidupan sejak awal.
Karena sesungguhnya, membangun bangsa dimulai dari membangun manusia. Membangun manusia dimulai dari membangun gizi. Dan membangun gizi dimulai dari menjaga setiap ibu yang mengandung, setiap mama yang menyusui, serta setiap anak yang berhak tumbuh sehat untuk menyongsong masa depan Indonesia. (Diskomdigi Tolikara)
