Perkembangan Anak-Anak Rumah Singgah Inisiasi Fauzun Nihayah Cukup Signifikan
MERAUKE-Jumat (6/11), Wakil Bupati Merauke Provinsi Papua Selatan, Fauzun Nihayah terlihat menyambangi Rumah Singgah South Papua Golden Generation yang didirikannya guna menengok anak didik dan membagikan makanan. Anak-anak rumah singgah menyambut dengan gembira kedatangan wanita yang mereka panggil dengan sebutan bunda itu dan berebut untuk bersalaman.
Fauzun menyapa mereka, satu persatu ditanyakan kondisi dan perkembangan setelah mengikuti pendidikan termasuk soal kesehatan. Pasalnya, wanita yang pernah sukses sebagai Anggota DPRP ini memiliki keinginan mulia agar anak-anak yang dominan asli Papua itu bisa maju dan berkembang meskipun tidak mengenyam sekolah formal.
Fauzun juga harus menghadapi beberapa anak yang masih kecanduan lem aibon yang tentunya akan berpengaruh pada proses pendidikan yang tengah dilakukan. Namun berkat kerja keras dan komitmen yang sangat kuat, sedikit demi sedikit perjuangannya mulai membuahkan hasil. Sejumlah anak mulai meninggalkan lem aibon dan fokus untuk belajar.
Perlahan namun pasti, rumah singgahnya semakin menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dan Fauzun semakin bersemangat mencari anak-anak putus sekolah untuk dirangkul dan dididik. “Sekolahnya asyik tidak anak-anak? Harus rajin datang ya, kalau ada teman yang belum bergabung tolong diajak ya, ” demikian komunikasi Fauzun dengan anak-anak binaannya.
“Saya biasa datang Jumat sore ketika jam kantor sudah usai atau memang sedang tidak ada kegiatan. Saya melihat langsung anak-anak belajar calistung yang dijadwalkan setiap Hari Jumat dan setiap Senin mereka belajar karakter, mental dan keimanan, ” ujar Fauzun saat ditemui Pasific Pos.
Ia menambahkan, perkembangan anak-anak begitu luar biasa meskipun membutuhkan waktu yang tidak singkat. Salah satunya bebas dari ketergantungan lem aibon. Melihat kondisi semakin membaik, dirinya berencana menghadirkan psikolog untuk mendampingi anak-anak. “Psikiater atau psikolog akan didatangkan dalam waktu 1 atau 2 bulan untuk mengedukasi dan mendampingi anak binaan di rumah singgah, ” jelasnya.(iis)
